26.11.08

News

Bank Sentral China : Inflasi Tahun 2009 Akan Turun Hingga ke Level 3%

(Vibiznews - Economy) - Bank Sentral China pada hari ini (26/11) memberikan prediksi mengenai tingkat inflasi China pada tahun 2009 mendatang. Pihak Bank Sentral China melalui perwakilannya Zhang Jianhua mengatakan bahwa tingkat inflasi China tahun depan akan jatuh hingga ke level 3%. Menurutnya, jatuhnya tingkat inflasi disebabkan oleh hasil dari penurunan harga-harga komoditi, terutama komoditi pangan dan energi.

Pihak Bank Sentral China juga memprediksi bahwa tingkat inflasi sampai dengan akhir tahun ini akan berakhir dengan rata-rata 6%. Meski pada bulan Oktober yang lalau tingkat inflasi sempat menurun hingga ke level 4%, sebuah level inflasi terendah dalam 17 bulan terakhir. Dorongan tertinggi inflasi sempat terjadi pada bulan Juli, dimana pada saat itu tingkat inflasi sempat menyentuh level 7% akibat melambungnya harga minyak mentah yang sempat berada di level 145 dollar/barel.

Dengan melemahnya prediksi tingkat inflasi diharapkan dapat memperingan proses pemulihan krisis ekonomi yang dicanangkan oleh pemrintah. Melemahnya inflasi diperkirakan akan menciptakan peningkatan daya beli masyarakat yang akan mendorong naiknya konsumsi. Dengan meningkatnya tingkat konsumsi maka diharapkan dapat berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut analisa dari Vibiz Research di Vibiz Consulting, perekonomian China diperkirakan akan mengalami stagnansi hingga awal kuartal pertama tahun depan. Masih membekasnya dampak krisis diperkirakan akan menyulitkan pergerakan ekonomi China yang cukup terpukul oleh anjloknya sektor manufaktur dan ekspor ke negara-negara utama yang mengalami krisis lebih hebat seperti Jepang, AS dan negara-negara di Eropa. (JP)


Ref : Economy & Business



Rupiah Pagi Melemah, Belum Bebas Sentimen Negatif

(Vibiznews – Economy) – Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini (26/11) kembali terpantau mengalami penurunah terhadap dolar AS. Mata uang lokal ini masih dikelilingi oleh sentimen pelemahan yang sangat kuat. Aksi perburuan dolar oleh para inportir dan korporasi makin kuat mewarnai pergerakan rupiah hari ini.

Pembelian dolar masih cukup marak yang didominasi oleh importer dan korporasi. Mereka ingin mengamankan stok dolar menjelang hari jatuh tempo hutang di akhir tahun nanti. Langkanya dolar di pasaran dan kabar bahwa pemerintah AS akan menerbitkan surat hutang baru juga turut menjadi faktor yang sulit membuat rupiah bertenaga.

Pada perdagangan hari ini rupiah diperdagangkan pada posisi 12100 per dolar AS. . Posisi rupiah ini mengalami penurunan sebesar 105 poin dari posisi penutupan kemarin yang berada di level 11995 per dolar.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan dolar untuk perdagangan hari ini akan cenderung bersifat volatil. Rupiah masih rentan terhadap aksi penjualan karena kondisi sector keuangan global masih belum sepenuhnya stabil. Diperkirakan rupiah akan mengalami pergerakan pada kisaran yang cukup besar yaitu 11700 – 12700 per dolar AS. (IA)


Ref : Economy & Business



Rupiah Berakhir Menguat ke Level 11995

(Vibiznews – Economy) – Pada penutupan perdagangan di pasar spot antar bank Jakarta sore hari ini (25/11) pergerakan bearish rupiah tampak sedikit diredam. Rupiah berhasil diseret kembali ke level 11000-an per dolar AS. Meskipun masih dibayangi tekanan eksternal, kondisi bursa saham lokal yang bergerak rebound memberikan paying bagi pergerakan melemah rupiah.

Pembelian dolar masih cukup marak yang didominasi oleh importer dan korporasi. Mereka ingin mengamankan stok dolar menjelang hari jatuh tempo hutang di akhir tahun nanti. Langkanya dolar di pasaran dan kabar bahwa pemerintah AS akan menerbitkan surat hutang baru juga turut menjadi faktor yang sulit membuat rupiah bertenaga.

Pada akhir perdagangan sore ini rupiah ditutup di level 11995 per dolar AS. Posisi rupiah ini mengalami kenaikan sebesar 325 poin dari posisi penutupan kemarin yang berada di level 12320 per dolar. Rupiah hari ini sempat bergerak ke posisi terendah harian di level 12690 per dolar AS.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan dolar untuk perdagangan besok Rabu akan cenderung bersifat volatil. Rupiah masih rentan terhadap aksi penjualan karena kondisi sector keuangan global masih belum sepenuhnya stabil. Diperkirakan rupiah akan mengalami pergerakan pada kisaran yang cukup besar yaitu 11700 – 12700 per dolar AS. (IA)


Ref : Economy & Business


sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: