(Vibiznews – Business) – Bagi perusahaan sumber daya manusia merupakan aspek penting bagi yang akan mendukung pertumbuhan perusahaan tersebut. Dapat dibilang bahwa kesuksesan sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh kondisi sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan tersebut. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti IBM dan P&G merupakan perusahaan yang memberikan investasi dan fokus penting terhadap pengembangan kemampuan karyawannya. Fortune telah mengumpulkan perusahaan-perusahaan global yang dianggap terbaik dalam pengembangan karyawan menjadi tenaga top yang diakui secara global. (25/11)
IBM
Perusahaam raksasa teknologi yang bermarkas di Armonk, NY, ini memiliki jumlah karyawan sebanyak 398,455 di seluruh dunia. Perusahaan ini berada di urutan teratas dari perusahaan dengan sistem pengembangan sumber daya manusia terbaik. Dengan jumlah tenaga kerja hampir 400,000 orang IBM berhasil mengembangkan sistem yang memungkinan karyawan mengembangkan jiwa kepemimpinannya dengan optimal.
Calon-calon potensial bagi posisi-posisi strategis di IBM diberikan kesempatan untuk menempati berbagai posisi di berbagai tempat dan kantor IBM di seluruh dunia untuk jangka waktu tiga sampai enam bulan. Langkah IBM ini boleh dibilang langka karena biasanya perusahaan lain akan menempatkan orang di satu posisi untuk jangka waktu dua sampai tiga tahun.
Menurut Ted Hoff, wakil presiden IBM, langkah ini merupakan investasi yang dilakukan IBM terhadap tenaga kerjanya. Menurutnya IBM ingin agar orang-orang yang menempati posisi strategis memiliki pengalaman cross-geographic.
Procter & Gamble
Procter & Gamble merupakan perusahaan yang fokus kepada talenta-talenta mudanya. CEO Bob McDonald memutuskan bahwa perusahaan hanya akan mempekerjakan 1% dari lebih dari 500,000 pelamar setiap tahunnya. Proses perekrutan pegawai P&G juga tidak main-main karena manager sampai tingkat C-suite turut ambil bagian dalam proses perekrutan tersebut.
Perusahaan berbasis diCincinnati yang memiliki pendapatan sebesar 79 miliar dolar ini juga merupakan tempat yang tepat bagi pengembangan kemampuan pribadi dari seorang karyawan. Berkat bisnis dan pasar yang sangat beragam, para pegawai diberikankesempatan untuk memperlajari berbagai hal yang berbeda. Direktur Pengembangan Kepemimpinan P&G, Laura Mattimore, menyatakan bahwa karyawan tidak perlu keluar dari P&G untuk mengejar sesuatu yang baru maupun pengembangan diri.
P&G juga tidak main-main dalam “mendidik” para pegawainya. Tidak kurang dari CEO Bob McDonald dan chairman A.G. Lafley sendiri adalah trainer dalam kampus kepemimpinan perusahaan.
General Mills
General Mills mengahabiskan banyak waktu untuk memikirkan cara mengubah manager handal yang dapat membuat para bawahannya betah bekerja bersamanya, menjadi seorang pemimpin yang mampi menjadi inspirasi bagi para bawahannya.
Seluruh karyawan, termasuk seluruh jajaran petinggi dan direksi hingga CEO KenPowell memiliki “rencana pengembangan individu” yang memetakan tujuan pengembangan diri selama satu tahun berjalan. Pelatihan kepemimpinan juga terjadi di luar batas-batas kantor General Mills. Perusahaan ini telah membangun pusat komunitas yang menjadikan 82% pekerja dari General Mills sebagai tenaga suka rela.
McDonald’s
Didirikan pada tahun 1961 untuk melatih para manager baru, Hamburuger University mungkin memiliki nama yang menggelikan, akan tetapi siapa nyana lulusan dari kampus ini adalah para pimpinan handal yang tidak diragukan kemampuan kepemimpinannya.
Di tujuh lokasi di seluruh dunia, para karyawan McDonald’s memperlajari segala sesuatu yang perlu merkea ketahui dalam menjalankan bisnis restoran cepat saji. Masing-masing kampus akan memberikan yield berupa penjualan tahunan sebesar 2.5 juta dolar (rata-rata).
Selain Hamburger University, McDonald’s juga memiliki Institut Kepemimpinan yang fokus kepada pengembangan dari 1,400 petinggi McDonald’s di seluruh dunia yang duduk di jajaran direktur.
Tertarik untuk mengembangkan sistem kepemimpinan di perusahaan Anda?
IBM
Calon-calon potensial bagi posisi-posisi strategis di IBM diberikan kesempatan untuk menempati berbagai posisi di berbagai tempat dan kantor IBM di seluruh dunia untuk jangka waktu tiga sampai enam bulan. Langkah IBM ini boleh dibilang langka karena biasanya perusahaan lain akan menempatkan orang di satu posisi untuk jangka waktu dua sampai tiga tahun.
Menurut Ted Hoff, wakil presiden IBM, langkah ini merupakan investasi yang dilakukan IBM terhadap tenaga kerjanya. Menurutnya IBM ingin agar orang-orang yang menempati posisi strategis memiliki pengalaman cross-geographic.
Perusahaan berbasis di
P&G juga tidak main-main dalam “mendidik” para pegawainya. Tidak kurang dari CEO Bob McDonald dan chairman A.G. Lafley sendiri adalah trainer dalam kampus kepemimpinan perusahaan.
General Mills
Seluruh karyawan, termasuk seluruh jajaran petinggi dan direksi hingga CEO Ken
McDonald’s
Di tujuh lokasi di seluruh dunia, para karyawan McDonald’s memperlajari segala sesuatu yang perlu merkea ketahui dalam menjalankan bisnis restoran cepat saji. Masing-masing kampus akan memberikan yield berupa penjualan tahunan sebesar 2.5 juta dolar (rata-rata).
Selain Hamburger University, McDonald’s juga memiliki Institut Kepemimpinan yang fokus kepada pengembangan dari 1,400 petinggi McDonald’s di seluruh dunia yang duduk di jajaran direktur.
Tertarik untuk mengembangkan sistem kepemimpinan di perusahaan Anda?
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar