5.1.10

Pertumbuhan Ekonomi AS Masih Akan Suram, Setidaknya Untuk Satu Dekade Mendatang

(VibiznewsBusiness) – Memasuki tahun 2010 banyak harapan terlontar bagi proses pemulihan ekonomi global (04/01). Krisis ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat telah berhasil mengakibatkan kehancuran di berbagai bidang, akan tetapi sinyal-sinyal pemulihan yang mulai tampak memberikan kembali harapan yang sempat terbenam bagi para pelaku pasar maupun masyarakat umum. Perekonomian AS diperkirakan akan dapat kembali menjadi motor seiring dengan mengembangkan keyakinan bahwa ekonomi mulai bangkit. Akan tetapi nada-nada sumbang justru dikeluarkan oleh beberapa pakar ekonomi AS menyambut tahun 2010 ini.



Menurut beberapa ahli ekonomi AS kondisi ekonomi di negara ini masih akan memburuk di tahun 2010 mendatang. Kondisi sektor tenaga kerja yang masih rentan, lumpuhnya sektor perumahan, dan bank-bank yang bermasalah akan mengakibatkan terhambatnya prospek pertumbuhan ekonomi, bukan hanya di tahun 2010 ini, akan tetapi juga diramalkan akan berpengaruh selama satu dekade ke depan.

Para pakar ekonomi yang berkumpul dalam diskusi tahunan AEA (American Economic Association) tampaknya memberikan persetujuan mengenai satu hal. Mereka menyetujui bahwa prospek bagi pemulihan ekonomi yang cepat dan berkesinambungan sangat tipis.

Banyak pihak memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahunan di AS selama sepuluh tahun mendatangan akan berada di bawah level 2%. Perkiraan ini berlawanan dengan prediksi yang sempat dilontarkan. Di tengah ekonomi yang mengalami resesi, diperkirakan bahwa proses pemulihan akan berlangsung dengan cukup cepat.

Martin Feldstein, Professor Harvard dan mantan kepala National Bureau Economic Research, menyatakan bahwa akan sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang mantap apabila sektor perumahan dan property komersial masih mengalami tekanan.

Seperti yang kita maklumi bersama, sektor property di AS saat ini merupakan penyebab utama dari krisis dan resesi ekonomi yang terbesar sejak tahun 1930 bagi Amerika Serikat. Sejak mencapai level tertinggi pada tahun 2005 lalu, nilai property di negara ini telah mengalami penurunan sebesar 30%, dan di beberapa negara bagian yang berdampak lebih parah seperti California dan Nevada, penurunan tersebut bahkan jauh lebih besar.

Penurunan nilai property ini telah mengakibatkan turunnya tingkat kekayaan dari para konsumen di AS, di mana konsumsi merupakan salah satu contributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi di AS. Anjlok tajamnya harga sektor property di AS juga turut menyebabkan tingginya porsi tabungan para penduduk di AS.

Menurut Joseph Stiglitz, peraih nobel bidang ekonomi dan Professor ekonomi dari Universitas Columbia, pemulihan ekonomi di AS kemungkinan akan memakan waktu hingga bertahun-tahun ke depan. Menurutnya sulit untuk menggantikan peran sektor property dan konsumsi bagi pertumbuhan ekonomi.

Salah satu alasan dari pendapatnya tersebut adalah tingginya tingkat kredit penduduk di AS. Hingga saat ini meskipun telah berkurang jauh dan rekor tertinggi pada tahun 2008 lalu, kredit konsumsi masih berada di kisaran 2.5 triliun dolar, yaitu nyaris 20% dari pengeluaran tahunan di AS.

Alasan lainnya adalah bahwa bank-bank besar di AS masih sangat tergantung dengan pembiayaan dan bantuan dari Fed dan Departemen Keuangan AS. Bahkan menurut Kenneth Roger, salah satu Professor Harvard, jika bantuan terhadap sektor perbankan dihentikan oleh pemerintah AS, maka potensi untuk terjadinya kolaps di sektor perbankan akan kembali terjadi.



sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: