16.2.10

Pertumbuhan Ekonomi Jepang Q4 2009 Meningkat; Bertumpu Pada Ekspor

(Vibiznews - Business) - Pada hari ini (15/2) ekonomi global dikejutkan oleh adanya data mengenai pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal terakhir tahun lalu yang dikabarkan mengalami peningkatan diliuar prediksi sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Jepang dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 4,6% atau lebih besar dari level 3,5% yang diprediksi oleh para analis. Pergerakan petumbuhan ekonomi Jepang tersebut berhasil mendatangkan kembali sebuah sikap optimis terhadap perekonomian global mengingat Jepang merupakan negara di Asia yang mengalami tekanan terbesar akibat krisis yang hadir pada tahun 2008 lalu.

Naiknya pertumbuhan ekonomi Jepang secara signifikan disebabkan oleh dukungan solid dari sektor ekspor yang turut memberikan sebuah hasil yang maksimal bagi ekonomi Jepang. Pemulihan atau pergerakan sektor eksportir sebenarnya telah dimulai sejak awal perekonomian kuartal tereakhir 2009 dimana harga saham-saham eksportir mengalami prestasi yang baik di bursa saham Jepang.

Didalam komponen sektor eksportir tersebut, sektor otomotif menjadi sebuah fokus utama bagi banyak pihak. Setelah sempat terancam akibat keterpukulan sektor otomotif AS akibat krisis dan kebijakan penarikan beberapa produk dari Toyota akibat kesalahan prosedur produksi, sektor otomotif Jepang terus mengalami peningkatan sampai dengan awal tahun 2010. Bahkan pada bulan Januari lalu penjualan otomotif Jepang mengalami peningkatan sebesar 37%.



Meski GDP Naik; Suku Bunga Diprediksi Akan Tetap

Pihak pemerintah Jepang sendiri pask merilis data GDP kuartal keempat tahun lalu langsung merespon dengan dikeluarnya pernyataan bahwa Bank Sentral masih menunggu dan menimbang-nimbang adanya kemungkinan untuk menaikan suku bunga. Namun berdasarkan pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Masaaki Shirikawa, pihaknya kemungkinan besar akan menjaga level suku bunganya di posisi 0,1%. Kepastian mengenai data tersebut akan menunggu rapat antar pejabat Bank Sentral Jepang yang akan diadakan pada tanggal 17-18 Februari mendatang.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi kuartal lalu diharapkan dapat menimbulkan sebuah tren inflasi mengingat sampai dengan saat ini kondidi deflasi justru masih terjadi di Jepang. Oleh karena itu, Bank Sentral sepertinya menjadikan hal ini sebagai landasan mengapa pihaknya belum ingin menaikan suku bunganya.

Fokus Ke Sektor Konsumsi dan Ekspor


Ditengah ancaman penurunan perekonomian China saat ini, Jepang kembali menunjukan bahwa pihaknya juga memiliki peranan dalam perekonomian di kawasan Asia. Perekonomian Jepang diprediksi akan terfokus kepada sektor andalannya yaitu ekspor guna mendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya. Beberapa sektor yang masih menjadi favorit diantaranya ialah ekspor elektronik dan otomotif.

Untuk sektor elektronik sendiri juga memiliki prospek yang sangat baik. Merk elektronik ternama asal Jepang, Panasonic bahkan menyatakan bahwa penjualan TV Flat pada tahun 2009 lalu mengalami peningkatan sebesar 48%. Level peningkatan tersebut didominasi oleh tingginya ekspor ke wilayah China dan Amerika Selatan.

Sedangkan pada kondisi mikro, diprediksi pengeluaran konsumen untuk konsumsi masih akan mengalami peningkatan. Data ini sempat mengalami penguatan pada kuartal keempat tahun lalu yang naik 0,7%. Mulai kondusifnya perekonomian dalam negeri mendorong tingkat konsumsi masyarakat Jepang pun juga mengalami peningkatan.




sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: