(Vibiznews � Business) � Ancaman Google untuk hengkang dari China telah menimbulkan tanda tanya mengenai siapa yang akan mengambil alih pangsa pasar mesin pencari di negara tersebut. Beberapa bulan belakangan ini Google semakin gencar mengumumkan bahwa mereka sudah tidak betah lagi beroperasi di China. Srangan bertubi-tubi dari para hacker di negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia ini telah mengakibatkan Google merasa lebih baik menghentikan operasinya di China. (22/03)

Google yang memiliki kantor pusat di Mountain View California menyatakan pada tanggal 12 Januari lalu bahwa mesin pencari miliknya telah menjadi sasaran serangan para hacker di China. Para hacker mencuri hak intelektual dari Google dan menargetkan akun-akun email para pejuang hak asasi manusia. Google telah merespon hal ini dengan mengancam akan menghentikan sensor mesin pencarinya di China. Rencana ini telah mengakibatkan pemerintah China mengecam perusahaan ini sebagai tindakan yang dinilai tidak bertanggung jawab.
Menyusul ancaman ini harga saham Google di bursa Nasdaq telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hingga saat ini harga saham Google telah membukukan penurunan sebesar 5.2%, sementara indeks Naadaq justru mengalami peningkatan sebesar 4%. Harga saham Google pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu mengalami penurunan sebesar 6.40 dolar ke posisi 560 dolar per lembar.
Kesempatan Emas Bagi Mesin Pencari Lain

Perginya Google dari China akan merupakan kesempatan emas bagi Baidu. Mesin pencari asal China ini digadang-gadang akan makin menjadi-jadi ketenarannya di China. Saat ini Baidu merupakan mesin pencari yang memiliki pangsa pasar terbesar di China. Pangsa pasar Baidu pada kuartal keempat tahun 2009 lalu mencapai 58.6%, dibandingkan Google yang hanya sebesar 35.6%. Rencana hengkangnya Google dari China telah mendorong harga saham Baidu meroket sebesar 50%.

Di samping Baidu, Bing milik Microsoft juga mengincar pangsa pasar Google di China. Tanpa malu-malu para petinggi Bing telah menambahkan garam ke luka Google di China. Pada tanggal 17 Maret lalu, Craig Mundle, chief strategy Microsoft, menyatakan di Koran China Daily bahwa mereka memiliki posisi yang bagus di China. Ia menambahkan bahwa perjalanan Microsoft telah berlangsung selama 20 tahun di China, dan memperkuat pernyataan dengan: �Microsoft ada di sini dan akan bertahan.� Meskipun saat ini pangsa pasar Bing di China hanya sebesar 1%, akan tetapi tampaknya mereka sangat yakin akan mampu merebut pangsa pasar yang ditinggalkan oleh Google.

Akan tetapi kedua perusahaan yang sama-sama merasa yakin ini harus waspada adanya pesaing yang sangat potensial yang lain. Dikabarkan bahwa Sohu.com- stius pencari mirip yahoo yang didirikan oleh lulusan MIT Charles Zhang, dan sebuah perusahaan IM sukses Tencent Holdings, telah berusaha untuk merekrut karyawan Google China dengan agresif (meskipun hal ini disanggah keras oleh Google China). Meskipun kedua perusahaan ini memiliki pangsa pasar yang kecil (kurang dari 1%), akan tetapi keduanya telah melakukan investasi besar-besaran bahkan sejak sebelum pengumuman ancaman hengkangnya Google dari China.

Para analis percaya bahwa dari kedua perusahaan yang disebut belangan, Tencent memiliki posisi yang lebih baik untuk melakukan kapitalisasi. Hal ini dikarenakan Tencent merupakan perusahaan yang dominan dalam bisnis IM di China yang sedang berkembang pesat. Menurut analisis, nyaris 70% dari 400 juta pengguna internet di China menggunakan IM, dan dari pengguna IM tesebut 80% diantaranya menggunakan jasa Tencent QQ. Hal ini menjadikan saat ini kapitalisasi pasar Tencent jauh melebihi Baidu.
Di samping keempat perusahaan di atas, perusahaan-perusahaan lain yang berbasis intenet di China juga dipastikan akan memperoleh keuntungan dari perginya Google. Para pemasang iklan akan mencari alternative lain situs untuk memasang iklan mereka. Perusahaan seperti alibaba.com juga akan menerima imbas yang menyenangkan dari situasi ini.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)
sumber:
vibiznews.com
Related Posts by Categories
0 komentar:
Posting Komentar