11.3.10

Negara-Negara Berisiko Gagal Bayar Obligasi Terbesar

(VibiznewsBusiness) – Dengan adanya kabar-kabar mengenai kemungkinan bangkrut beberapa negara seperti Dubai dan Yunani, para investor mulai bertanya-tanya mengenai seberapa aman untuk berinvestasi dalam obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah suatu negara. CMA Datavision, subsidiary dari CME Group, telah melakukan sebuah pengukuran mengenai tingkat keamanan dari obliges-obligasi pemerintah di berbagai negara. (03/03)

Dalam survey terkininya, CMA Datavision telah berhasil menetapkan negara-negara yang memiliki obligasi pemerintah yang paling berisiko. Tingkat risiko ini diukur berdasarkan kemungkinan kumulatif terjadinya gagal bayar selama jangka waktu jatuh tempo. Contohnya jika suatu negara diberi peringkat 20% CPD (Cumulative Probability of Default) untuk obligasii 5 tahunnya, artinya ada kemungkinan 1:5 bahwa dalam lima tahun ke depan pemerintah akan mengalami gagal bayar obligasi tersebut.



Negara yang berada dalam peringkat teratas yang paling mungkin mengalami gagal bayar obligasi menurut CMA Datavision adalah Argentina. Argentina adalah sebuah negara yang kaya dengan SDA, tingkat melek huruf yang tinggi, sektor pertanian yang maju serta industri yang beragam. Malangnya, sejak akhir 1980-an negara ini telah menimbun hutang luar negeri yang tinggi, inflasi sampai 200% sebulan, dan pengeluaran yang merudum. Dalam mengatasi krisis ekonomi tersebut, pemerintahan telah mengambil langkah-langkah seperti liberalisasi perdagangan, deregulasi, dan swastanisasi. Pada 1991, pemerintahan telah melaksanakan reformasi finansial yang radikal dengan mematok peso kepada dolar AS dan mencanangkan pertumbuhan keuangan untuk perlindungan moneter secara undang-undang.

CMA Datavision memberikan nilai 50.14% kepada obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah negara ini. Artinya ada kemungkinan sebesar 50.14% bahwa pemerintah Argentina akan mengalami gagal bayar dalam lima tahun ke depan sesuai jatuh temponya obligasi tersebut. Negara ini memiliki rating kredit B- untuk jangka panjang dan C untuk jangka pendek, menurut S&P. Sementara itu outlook kredit di negara ini juga masih diberikan peringkat stabil.



Negara yang berada dalam peringkat kedua yang paling mungkin mengalami gagal bayar obligasi menurut CMA Datavision adalah Venezuela. CMA Datavision memberikan nilai 49.76% kepada obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah negara ini. Artinya ada kemungkinan sebesar 49.76% bahwa pemerintah Venezuela akan mengalami gagal bayar dalam lima tahun ke depan sesuai jatuh temponya obligasi tersebut. Negara ini memiliki rating kredit BB- untuk jangka panjang dan B untuk jangka pendek, menurut S&P. Sementara itu outlook kredit di negara ini diberikan peringkat negatif.



Negara selanjutnya yang berada dalam daftar CMA Datavision sebagai pemilik risiko gagal bayar obligasi 5 tahun yang paling tinggi adalah Ukraina. CMA Datavision memberikan nilai 44.12% kepada obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah negara ini. Artinya ada kemungkinan sebesar 44.12% bahwa pemerintah Ukraina akan mengalami gagal bayar dalam lima tahun ke depan sesuai jatuh temponya obligasi tersebut. Negara ini memiliki rating kredit CCC+ untuk jangka panjang dan C untuk jangka pendek, menurut S&P. Sementara itu outlook kredit di negara ini diberikan peringkat stabil.



Negara keempat yang berada dalam daftar CMA Datavision sebagai pemilik risiko gagal bayar obligasi 5 tahun yang paling tinggi adalah Pakistan. Pakistan adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Pakistan berbatasan dengan India, Iran, Afganistan, China dan Laut Arab. Dengan lebih dari 150 juta penduduk, Pakistan menduduki peringkat keenam negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Ia juga menduduki peringkat ketiga dalam negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia (setelah Indonesia dan India) dan juga salah satu anggota penting OKI.

CMA Datavision memberikan nilai 42.17% kepada obligasi 5 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah negara ini. Artinya ada kemungkinan sebesar 42.17% bahwa pemerintah Pakistan akan mengalami gagal bayar dalam lima tahun ke depan sesuai jatuh temponya obligasi tersebut. Negara ini memiliki rating kredit B- untuk jangka panjang dan Cuntuk jangka pendek, menurut S&P. Sementara itu outlook kredit di negara ini diberikan peringkat stabil.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: