22.5.10

EU dan IMF Bentuk Dana Darurat Senilai 1 Triliun Dolar AS

(Vibiznews – Business) – Para petinggi Uni Eropa dan IMF telah menyetujui pembentukan dana bantuan senilai 1 triliun dolar AS untuk mempertahankan stabilitasi pasar keuangan global dan mencegah krisis Yunani menyebar ke negara-negara lain di kawasan Eropa dan menghancurkan nilai tukar euro. (10/05)

Para petinggi Eropa bak tersetrum setelah minggu lalu nilai tukar euro mengalami penurunan tajam terhadap dolar AS. Mata uang tunggal di kawasan Eropa ini pada hari Kamus lalu mengalami penurunan hingga ke level terendah sejak tanggal 5 Maret 2009 lalu, di posisi 1.2519 dolar. Sementara itu yield obligasi di Portugal dan Spanyol tampak mengalami kenaikan tajam.

Kondisi-kondisi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi untuk berdampak sistemik terhadap sektor keuangan di Eropa dan dunia. Menanggapi masalah tersebut pada akhir minggu kemarin para petinggi Uni Eropa, ECB, dan IMF telah melangsungkan pertemuan guna membahas kondisi terkini di kawasan tersebut.

Hasil dari pertemuan ini adalah pembentukan dana darurat senilai 750 miliar euro (962 miliar dolar AS). dana darurat ini ditujukan untuk menangkis serangan para spekulan terhadap mata uang euro. Di samping itu juga ditujukan untuk menghindari krisis Yunani menyebar ke negara-negara lain di kawasan Eropa. Keputusan ini telah membawa euro rebound dari posisi terendah dalam 14 bulan terakhir.

Keputusan pembentukan dana darurat senilai 750 miliar euro ini jauh melampaui ekspektasi pasar. Sebelumnya pasar hanya memprediksi dana darurat sebesar 500 miliar euro. Menurut Komisioner Monetary Affairs Uni Eropa Olli Rehn dan Menteri Keuangan Perancis Christine Legarde, jumlah fantastis pembentukan dana bantuan tersebut merupakan komitmen sungguh-sunguh dari Uni Eropa untuk “membela” mata uangnya.

Pembentukan Dana Darurat Redam Sentimen Buruk Terhadap Ekonomi Eropa
Menurut para analis langkah Uni Eropa untuk membentuk dana darurat senilai 750 miliar euro merupakan hal yang tepat dilakukan saat ini. Chief Ekonomi UniCredit Group Marco Annunziata dari London menyatakan bahwa angka 750 miliar euro merupakan sebuah kekuatan yang luar biasa. Ia berpendapat bahwa jumlah tersebut akan dapat mencukupi dalam proses stabilisasi pasar untuk jangka pendek. Pastinya keputusan Uni Eropa ini untuk saat ini telah berhasil meredam kepanikan dan risiko penularan krisis.

Sebelumnya langkah-langkah yang dilakukan Uni Eropa telah gagal dalam meredam krisis fiskal yang menimpa Yunani. Akibatnya minggu lalu euro mengalami penurunan sebesar 4.1%, penurunan mingguan terbesar sejak kolapsnya Lehman Brothes. Bursa saham Eropa juga turut mengalami penurunan tajam yang terbesar dalam 18 bulan belakangan, Indeks Stoxx Europe 600 mengalami penurunan mingguan sebesar 8.8%.

Pembentukan dana darurat ini dilaporkan berasal dari negara-negara Uni Eropa senilai 440 miliar euro dalam bentuk pinjaman dan garansi. Sementara itu dari anggaran Uni Eropa dikeluarkan 60 miliar dolar dan IMF menyumbangkan dana senilai 250 miliar euro. Meskipun demikian IMF sendiri menolak pernyataan resmi yang menyatakan kesediaan menyalurkan dana sebesar 250 miliar euro tersebut dalam pembentukan dana darurat Uni Eropa. Presiden IMF Dominique Strauss-Kahn menyatakan bahwa pendekatan IMF adalah kepada individu negara.

Komentar positif atas pembentukan dana darurat ini juga datang dari Professor Ekonomi Universitas California Barry Eichengreen. Menurut Eichengreen langkah Uni Eropa ini akan memberikan waktu yang signifikan untuk dapat memperbaiki kondisi di kawasan tersebut tanpa adanya gangguan kepanikan pasar yang berpotensi merusak.

Di samping pembentukan dana darurat ini IMF dan Uni Eropa telah menyetujui penyaluran dana bantuan kepada Yunani yang telah mengalami defisit anggaran mencapai 13.6% dari GDP. Sebagai balasan dari bantuan tersebut Yunani telah berkomitmen mempertahakan kebijakan pemotongan anggaran yang sebelumnya telah menyulut protes keras dan kerusuhan di negara tersebut.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: