3.5.10

Klub-klub Sepakbola Terbesar Pun Kini Terancam Bangkrut

(Vibiznews - Business) - Imbas krisis ekonomi global rupanya belum sepenuhnya telah usai. Dunia olahraga yang merupakan salah satu sektor bisnis yang menggiurkan juga masih tertekan oleh pengaruh pelemahan ekonomi global dalam 2 tahun terakhir. Sepakbola, yang dimana merupakan salah satu cabang olahraga terfavorit saat ini dunia pun turut mengalami keterpukulan yang berkepanjangan. Liga Inggris misalnya, liga yang paling maju dan diminati oleh banyak penggemar sepakbola kini sedang mengalami kondisi yang cukup sulit. Klub-klub besar seperti Manchester United dan Liverpool kini sedang terancam mengalami kebangkrutan.

Imbas Krisis Ekonomi AS


Liga Inggris merupakan liga yang bukan hanya menyedot perhatian banyak kalangan pecinta sepakbola di seluruh dunia, namun juga turut menarik banyak investasi baik dari para investor lokal maupun investor luar negeri. Maka tak ayal lagi bahwa peran investor tersebut cukup memiliki peran yang penting dalam pendanaan klub tersebut. Bahkan di beberapa klub besar seperti Manchester United atau bahkan Liverpool, sang pemilik klub merupakan investor terbesar bagi klub tersebut.

Maka tak mengherankan jika sang pemilik klub memiliki permasalahan mengenai keuangan pasti akan berimbas kepada klub yang dimilikinya tersebut. Kondisi tersebut kini sedang mengancam dua klub besar yang telah disebutkan yaitu, Manchester United dan juga Liverpool. Manchester United yang dimpin oleh pengusaha kawakan asal New York, Malcolm Glazer sedang dihadapkan oleh kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Glazer yang men-take over salah satu klub kebanggaan kota Manchester tersebut pada tahun 2003 rupanya sejak awal memang tidak berjalan mulus. Sejak kedatangannya, fans kiat diberatkan oleh naiknya harga tiket pertandingan sehingga menumbuhkan rasa ketidaksukaan oleh tokoh tersebut. Belum lagi dalam setahun terakhir, Glazer memiliki permasalahan dengan utangnya terhadap Goldman Sachs.



Utang tersebut diduga merupakan imbas dari krisis ekonomi yang menghantam bisnis Glazer seperti sektor properti, makanan, penyiaran dan eksplorasi energi yang tergabung dalam perusahaan konglomerasi yang dimilikinya yaitu First Allied Corporation. Selain memiliki MU, Glazer juga merupakan pemilik klub Tampa Bay Buccaneers, salah satu klub NFL terbesar di AS saat ini.

Kondisi yang hampir sama juga terjadi pada seteru MU yaitu Liverpool. Klub yang kini dimiliki oleh duet pengusaha asal AS yaitu George Gillett dan Tom Hicks juga sedang dilanda kekhawatiran. Liverpool yang dibeli oleh kedua pengusaha tersebut pada tahun 2007 lalu kini terancam akan mengalami penjualan kembali. Gillet dan Hicks yang berkecimpung di dalam sektor bisnis keuangan dan properti benar-benar merasakan hantaman krisis ekonomi yang terjadi tahun 2008. Liverpool yang kini bernilai 220 juta pounds merupakan solusi yang terbaik untuk dapat mengatasi krisis keuangan yang melanda Gillet dan Hicks.

Ancaman kebangkrutan memang cukup kencang saat ini. Apalagi sebelumnya klub divisi utama Inggris, Birmingham City telah menyatakan menunju kebangkrutan setelah pemiliknya yaitu Carson Yeung yang merupakan pengusaha asal Hong Kong menyatakan akan menjual klub tersebut guna menutupi kerugian yang dialami. Lalu bagaimana dengan klub-klub profesional di Indonesia ? sepertinya kondisi yang terjadi pada klub-klub besar di Inggris tidak spenuhnya dialami oleh klub lokal. Kebangkrutan klub yang terjadi didalam negeri disebabkan oleh buruknya tata kelola keuangan dan sulitnya mencari sponsor yang dapat menjaga kestabilan keuangan klub.


sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: