3.5.10

Para CEO Wanita dengan Bayaran Terbesar di AS; Bias Gender Itu Masih Ada

(Vibiznews – Business) – Meskipun AS merupakan negara yang menganut kesetaraan gender, kenyataan memperlihatkan bahwa terjadi bias yang cukup besar dalam pemberian kompensasi antara CEO pria dan wanita. Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi CEO salah satu perusahaan besar di AS merupakan sebuah prestasi, terlebih lagi dilakukan oleh seorang wanita. Nama-nama besar seperti Irene Rosenfeld dari Kraft Foods dan Indra Nooyi dari Pepsi merupakan gambaran wanita bertangan dingin yang mampu memimpin sebuah perusahaan yang berskala global. Di tangan para CEO wanita ini perusahaan-perusahaan mereka dapat bersaing dan sejajar dengan pesaing yang dipimpin oleh CEO pria, akan tetapi nyatanya kompensasi yang mereka terima berada di bawah kompensasi CEO pria dari perusahaan pesaing. (01/05)

Irene Rosenfeld, CEO Kraft Foods

Nama pertama dalam daftar CEO wanita dengan penghasilan tertinggi adalah Irene Rosenfeld. Selama empat tahun kepemimpinannya di Kraft, wanita berusia 56 tahun ini memperoleh kompensasi total (gaji, bonus, sahama, dan options) senilai 16.7 juta dolar. Rosenfeld menerima kompensasi yang setara dengan CEO pria dari perusahaan pesaing seperti Kellogg dan General Mills.

Tahun lalu Rosenfeld meneriman sorotan besar atas aksi agresifnya untuk mengakuisisi perusahaan cokelat asal Inggris, Cadbury. Akuisisi yang sedianya bernilai 19 miliar dolar ini membuat marah para petinggi hukum di Inggris dan juga Warren Buffett, yang perusahaan Berkshire Hathaway-nya merupakan investor terbesar Kraft.

Susan M. Ivey, CEO Reynolds American

Perempuan ini telah menempati posisi sebagai CEO Reynolds American untuk enam tahun belakangan,dan merupakan wanita pertama yang menjabat CEO perusahaan rokok. Dihadapkan dengan penurunan penjualan rokok, wanita berusia 51 tahun ini mencoba untuk mencari inovasi pemasaran baru dengan produk rokok yang tidak berasap. Tahun lalu kompensasi total dari veteran selama 29 tahun di industry rokok ini mencapai nilai total 11.8 juta dolar dan menempatkannya sebagai CEO wanita dengan penghasilan terbesar kedua di AS.

Carol Meyrowitz, CEO TJX Cos
Meyrowitz memimpin satu dari sedikit perusahaan retail yang bertahan dengan cukup baik dalam badai resesi. Penjualan anak-anak perusahaan seperti T.J. Maxx, Marshalls, dan Home Goods mengalami peningkatan sebesar dua digit selama enam bulan belakangan, yang menandai kesuksesan dari Carol Meyrowitz. Bukan hanya itu, harga saham TJX Cos pada bulan Maret lalu mengalami kenaikan dan mencetak rekor tertingginya. Di bawah kepemimpinan wanita berusia 56 tahun ini, selama tiga tahun belakangan TJX Cos telah berhasil memperoleh posisi yang baik bagi para konsumen. Langkah yang mendukung kesuksesan perusahaan ini adalah keberhasilan iklan yang menarik dan keragaman yang makin besar dalam pilihan produk di toko. Tahun lalu Meyrowitz menerima total kompensasi sebesar 11.1 juta dolar.

Indra K. Nooyi
Veteran di perusahaan Pepsi Co. selama 15 tahun ini tahun ini memasuki tahun kelimanya sebagai CEO. Sepanjang kepemimpinannya, Nooyi telah menambahkan produk-produk yang lebih sehat ke dalam lini produksi Pepsi Co. Sebagai chief strategist Pespsi, pada than 1998 lalu Nooyi membantu mewujudkan akuisisi Tropicana senilai 3 miliar dolar, dan akusisi 14 miliar dolar Quaker Oats di tahun 2001 lalu. Pada bulan Maret lalu wanita berusia 54 tahun ini telah berjanji untuk meniadakan minuman bergula produksi perusahaannya dari sekolah-sekolah pada tahun 2012 mendatang. Ia juga berkomitmen untuk mengurangi pemakaian garam dari beberapa merek penganan kecil ternamanya secara bertahap hingga lima tahun ke depan. Pada tahun 2009 lalu Nooyi menerima kompensasi total 10.7 juta dolar yang menempatkannya sebagai CEO wanita dengan bayaran tertinggi keempat di AS.

Meskipun dengan segudang prestasinya, Indra Nooyi yang memimpin salah satu perusahaan terbesar di AS dengan nilai pasar 105 miliar dolar hanya menerima kompensasi tahunan setengah dari yang diterima CEO pria dari perusahaan sejenis, misalnya McDonald. Pada tahun 2009 CEO McDonald James Skinner menerima kompensasi senilai 20 juta dolar.


sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: