Nilai tukar yuan mengalami kenaikan tajam
pada perdagangan hari ini (22/06). Yuan melompa ke posisi tertinggi sejak mata uang ini di-revaluasi pada tahun 2005. Bank sentral China berjanji akan membiarkan nilai tukar yuan makin mengambang dengan bebas untuk benar-benar membuktikan komitmen mereka untuk membiarkan nilai tukar mata uang yang fleksibel.
China memutuskan untuk merelaksasi control terhadap nilai tukar yuan menjelang pertemuan negara anggota G-20 yang akan berlangsung akhir minggu ini. Selama dua tahun belakangan bank sentral China menerapkan kebijakan nilai tukar fixed terhadap dolar AS yang telah memicu banyak kritik dan menimbulkan ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Eksportir Dunia Gembira Menyambut Realisasi Kebijakan Yuan Fleksibel
Para eksportir di AS menyambut gembira kebijakan bank sentral China untuk membiarkan nilai tukar yuan berkembang sesuai dengan kondisi pasar. Menurut para eksportir ini akan lebih mudah untuk bersaing dengan para eksportir China apabila nilai tukar yuan dibiarkan terapresiasi sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar valas. Defisit perdagangan AS terhadap China juga diharapkan akan mengalami penurunan.
Perusahaan-perusahaan eksportir AS seperti General Electric dan Caterpillar akan memperoleh keuntungan dari apresiasi yuan ini. Dengan terapresiasinya nilai tukar yuan maka produk ekspor AS akan menjadi relative lebih murah bagi pembeli di China sehingga mampu berdaya saing dengan produsen dalam negeri.
Apresiasi yuan bukan hanya akan menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan eksportir AS. diperkirakan eksportir di seluruh dunia akan kebagian berkah dari apresiasi mata uang ini. Perusahaan Komatsu yang merupakan produsen alat berat terbesar kedua di dunia setelah Caterpillar menyatakan bahwa setiap satu persen kenaikan nilai tukar yuan akan meningkatkan keuntungan operasionalnya sebesar 1.1 miliar yen (12.1 juta dolar).
Eksportir China Juga Ikut ‘Kecipratan’ Berkah
Perusahaan-perusahaan China tampak ikut senang dengan keputusan bank sentral membebaskan pergerakan yuan ini. Produsen PC Lenovo yang memperoleh 47% penjualannya di China pada tahun 2009 melaporkan keuntungannya dalam dolar AS. Perusahaan ini akan menikmati kenaikan pendapatan dan keuntungan jika dikonversi ke dalam nilai tukar dolar.
Yum Brands yang memiliki rantai kedai makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut juga dilaporkan menyatakan langkah ini sebagai langkah yang bagus. Perusahaan ini memiliki 3,500 outlet restoran cepat saji di seluruh China.
China memutuskan untuk merelaksasi control terhadap nilai tukar yuan menjelang pertemuan negara anggota G-20 yang akan berlangsung akhir minggu ini. Selama dua tahun belakangan bank sentral China menerapkan kebijakan nilai tukar fixed terhadap dolar AS yang telah memicu banyak kritik dan menimbulkan ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Eksportir Dunia Gembira Menyambut Realisasi Kebijakan Yuan Fleksibel
Perusahaan-perusahaan eksportir AS seperti General Electric dan Caterpillar akan memperoleh keuntungan dari apresiasi yuan ini. Dengan terapresiasinya nilai tukar yuan maka produk ekspor AS akan menjadi relative lebih murah bagi pembeli di China sehingga mampu berdaya saing dengan produsen dalam negeri.
Apresiasi yuan bukan hanya akan menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan eksportir AS. diperkirakan eksportir di seluruh dunia akan kebagian berkah dari apresiasi mata uang ini. Perusahaan Komatsu yang merupakan produsen alat berat terbesar kedua di dunia setelah Caterpillar menyatakan bahwa setiap satu persen kenaikan nilai tukar yuan akan meningkatkan keuntungan operasionalnya sebesar 1.1 miliar yen (12.1 juta dolar).
Eksportir China Juga Ikut ‘Kecipratan’ Berkah
Yum Brands yang memiliki rantai kedai makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut juga dilaporkan menyatakan langkah ini sebagai langkah yang bagus. Perusahaan ini memiliki 3,500 outlet restoran cepat saji di seluruh China.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar