Senin, 31 Oktober 2011 14.38 WIB
(Vibiznews – Stocks) PT Indosat Tbk (ISAT) meraih laba bersih Rp 992 miliar hingga triwulan III-2011, atau naik 86,9% dari periode yang sama tahun lalu Rp 530,9 miliar. Laba per saham dasar yang didistribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 182,6, naik dari periode sebelumnya Rp 97,7 per lembar.
Menurut Direktur Utama ISAT, Harry Sasongko, laba naik akibat selisih kurs dan turunnya beban pendanaan. Walaupun terjadi peningkatan dalam beban penyusutan dan amortisasi.
Pendapatan usaha hingga September 2011 mencapai Rp 15,36 triliun, naik 3,5% dari periode sebelumnya Rp 14,84 triliun. Pendapatan selular mencapai Rp 12,58 triliun, naik 4,8% dari tahun lalu. Sedangkan pendapatan non selular Rp 2,77 triliun, turun tipis 1,9% dari periode sebelumnya Rp 2,82 triliun.
Beban usaha yang mencapai Rp 13,05 triliun membuat laba usaha ISAT berada di level Rp 2,3 triliun hingga September 2011. Laba usaha justru turun 9,2% dari sebelumnya Rp 2,54 triliun. EBITDA naik 6,6% menjadi Rp 7,57 triliun, sedangkan marjin EBITDA sebesar 49,3%.
Sepanjang Januari-September 2011 total utang perseroan mencapai Rp 21,64 triliun, turun 20,7% dari periode sebelumnya Rp 27,3 triliun. Investasi barang modal tunai mencapai Rp 3,9 triliun hingga triwulan III-2011, naik 8,9% dari posisi yang sama tahun lalu Rp 4,33 triliun.
"Indosat mengurangi lebih dari 20% setelah membayar utang jatuh tempo obligasi Indosat IV Rp 815 miliar, obligasi syariah Ijarah I Rp 285 miliar, pinjaman sindikasi US$ 112,5 juta, cicilan pinjaman SEK Tranche A,B, dan C sebesar US$ 33,6 juta, HSBC Coface dan Sinosure US$ 20,1 juta, pinjaman komersial 9 tahun dari HSBC US$ 1,4 juta," jelas Harry di kantornya, Jakarta, Senin (31/10/2011).
ARPU selular turun 16,6% menjadi Rp 29.439 dibandingkan tahun lalu Rp 35.310. Ini disebabkan oleh naiknya jumlah pelanggan 29,9% dari triwulan III-2010, 39,7 juta orang menjadi 51,5 juta orang.
Mengalami pelemahan pada dua hari terahir membuat ISAT saat ini berada pada level 5.250 (31/10). Indikator stochastic sudah menunjukan bahwa ISAT berada pada titik jenuh beli dimana hal tersebut rentan akan koreksi. Sedangkan pada MACD, trend masih menunjukan bullish yang kuat dimana histogram positif masih memanjang. Sedangkan dalam jangka panjang, ISAT memiliki trend bearish dimana EMA 50 bergerak dibawah EMA 200.
Lihat Analisis Vibiz Research
sumber: vibiznews.com
31.10.11
Laba Bersih Meningkat Hingga 86 Persen, ISAT Cenderung Terkoreksi
Author: ICT
| Posted at: 16:52 |
Filed Under:
saham
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar