| Rabu, 26 Oktober 2011 20:55 WIB |
| (Vibiznews-Property) Program studi magister teknik sipil konsentrasi manajemen konstruksi UPH bekerjasama dengan Vibiz menyelenggarakan Seminar Mengantisipasi Risiko Bisnis Konstruksi di Indonesia. Bertempat di di kampus UPH Pasca Sarjana, Plaza Semanggi, Kawasan Bisnis Granadha lantai 3 pada hari Rabu, 26 Oktober 2011. Dengan para pembicara Prof Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak, ST, MT sebagai Head of Graduate Program of Master of Civil Engineering, Alfred Pakasi, CFP, CWM sebagai Invesment and Financial Consultant, CEO of Vibiz Consulting dan DR. Ir. Irwan Nurhadi, MBA sebagai Investment Property Analyst and Expert. Acara yang berlangsung dari jam 13.30 hingga jam 17.00 ini dihadiri oleh perwakilan dari kementrian PU sebagai keynote speaker. Seminar ini diadakan mengingat dewasa ini sedang diupayakan adanya program percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia oleh pemerintah yang mendapat sambutan baik dari sejumlah investor dalam dan luar negri. Sementara itu, dunia usaha juga saat ini sedang dikuatirkan kemungkinan terjadinya resesi global kembali yang mengancam perkembangan bisnis. Seperti apa prospek dan resiko bisnis konstruksi sekarang dan yang akan datang? Bagaimana mengantisipasi dan memitigasi terhadap kemungkinan risiko bisnis tersebut? Adakah peluang di tengah ancaman krisis? Dalam press conference yang diadakan sebelum acara dimulai, Alfred Pakasi, CEO Vibiz consulting berpendapat bahwa perkembangan property dan pembangunan sektor konstruksi dewasa ini terbilang cukup bergairah hal ini di dukung oleh indikator ekonomi Indonesia yang dapat di katakan stabil, rupiah yang masih terus menguat terhadap dollar dan suku bunga yang di perkirakan masih terus akan tetap berada di level 6,75 %/ tahun. Namun, krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa juga tetap harus diwaspadai oleh karena itu sangat diperlukan strategi manajemen risiko dalam bisnis konstruksi yang memang sedang marak dibicarakan saat ini terutama terkait proyek MP3I pemerintah. Sementara Prof Manlian turut juga mengajak media turut mendukung untuk mengangkat isu dari seminar ini ke khalayak ramai bahkan turut menyuarakan hingga pemerintah turut juga menyadari betapa pentingnya memperhatikan perihal risiko bisnis konstruksi di Indonesia dan segala permasalahan lainnya terkait regulasi, koordinasi antar departemen terkait dan strategi dalam mengantisipasi krisis global. |
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar