1.12.09

Hall of Shame CEO 2009, CEO yang Mengundang Amarah Publik

(Vibiznews - Business) – Ketika etika bisnis diabaikan, maka akhirnya kerugianlah yang didapat. Berikut ini adalah hall of shame CEO versi Forbes. Para CEO ini masuk dalam jajaran `The Biggest CEO Outrage 2009` karena mereka mengundang amarah publik disebabkan beragam alasan, mulai dari pernyataan yang terlalu pongah, hingga fraud dan skema Ponzi.

1. Lloyd Blankfein

Lloyd Blankfein menempati nomor 1 akibat keangkuhannya ketika mengeluarkan statement bahwa ia hanyalah seorang banker yang melakukan `God’s work`. Meskipun kemudian ia memohon maaf, statement ini mengundang kemarahan publik, apalagi Goldman Sachs (GS) merupakan salah satu pihak yang paling bersalah dalam krisis finansial. GS sendiri punya peranan yang besar dalam melakukan sekuritisai yang mendorong lonjakan permintaan KPR, tanpa memperhatikan kemampuan pelunasannya. Menurut Inside Mortgage Finance, pada tahun 2006 GS melakukan underwriting nyaris 10% dari mortgage-backed securities, dan lebih dari ¾ merupakan pinjaman subprime.

Kemarahan public ini juga dipicu oleh lompensasi Blankfein yang tercatat spektakuler, yakni pada tahun 2007 ia berhasil memperoleh $73 juta (Rp694 miliar) dan `hanya` $25 juta(Rp238 miliar) pada tahun 2008 saat krisis finansial sedang terjadi.

2. John Thain
John Thain memicu kemarahan public setelah ia mendistribusikan bonus bagi para eksekutif Merrill Lynch pada bulan Desember sebesar $3.62 miliar, bukannya pada bulan Januari setelah pengumuman laba Q4. Apalagi, bulan Januari kemudian ternyata Merrill menderita kerugian sebesar $21 miliar, yang semakin membuktikan bahwa bonus tersebut sangat tidak pantas. Setelah Bank of America menyelesaikan akuisisi terhadap Merrill, sekitar 3 minggu kemudian John Thain mengundurkan diri, dipicu oleh tekanan dari Bank of America.

Kontroversi semakin memuncak ketika ditemukan fakta bahwa pada awal 2008 John Thain melakukan renovasi dan redekorasi ruang kantornya dengan dana perusahaan menghabiskan hingga $1.22 juta!

3. Raj Rajaratnam

Raj Rajaratnam adalah pendiri Galleon Group, sebuah hedge fund yang berbasis di New York. Ia merupakan orang Srilanka terkaya di dunia, dan masuk ke urutan 236 dalam jajaran miliuner dunia versi majalah Forbes tahun ini. Oktober lalu ia dituduh melakukan insider trading yang diperkirakan menghasilkan laba illegal sebesar $33 juta.

4. B. Ramalinga Raju

Masih ingat skandal Enron India? Raju adalah tokoh dibalik skandal tersebut. Januari lalu, pendiri Satyam Computer Services ini mengaku telah menggelembungkan laba perusahaan selama beberapa tahun dan menciptakan saldo kas khayalan lebih dari $1 miliar. Dia juga mengaku telah menciptakan lebih dari 10,000 karyawan khayalan yang membantunya dalam melakukan fraud tersebut. Raju kemudian ditahan, bersama dengan kakaknya yang sama-sama mendirikan perusahaan, B. Rama Raju, dan mantan CFO Srinivas Vadlamani.

5. Thomas Petters
Thomas Petters merupakan seorang pengusaha Minnesota yang melakukan fraud senilai $3.5 miliar. Ia menjanjikan return tinggi kepada investor yang meminjamkannya uang untuk membeli TV flat screen dan barang lainnya dari peritel yang sedang mengalami masalah, untuk kemudian dijual kembali kepada ritel lain.

Nyatanya, menurut jaksa penuntut barang-barang tersebut tidak pernah ada, dan uang tersebut hanya digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah Petters saja. Teknik yang digunakan sama dengan skema Ponzi, yakni ia menggunakan uang dari investor baru untuk melunasi investor lama.

6. Edward M. Liddy

Edward Liddy menerima cercaan dari public bahkan Kongres AS, setelah diketahui bahwa ia membagikan bonus sebesar $165 juta kepada para eksekutif di divisi financial product, yang merupakan divisi yang paling berperan dalam mengakibatkan AIG hampir bangkrut. Menurutnya, bonus tersebut wajar karena sudah ada dalam kontrak karyawan. Hanya saja, public marah karena untuk selamat dari kebangkrutan saja AIG harus menerima bailout pemerintah AS sebesar $200 miliar.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



1 komentar:

ANNISA LOGAN on 28 Januari 2021 pukul 08.49 mengatakan...

semua berkat nyonya karina roland
Nama saya annisa logan, saya dari indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu seluruh WNI yang sedang mencari pinjaman di internet agar berhati-hati karena internet penuh dengan penipu, beberapa bulan yang lalu saya benar-benar membutuhkan pinjaman, untuk memperbaiki salon rias rambut saya, tetapi saya jatuh ke tangan pemberi pinjaman palsu, yang hampir membebani hidup saya, sampai seorang teman merujuk saya ke salah satu pemberi pinjaman bernama Ibu. karina, pemilik karina roland perusahaan pinjaman, yang saya hubungi dan dia memberi tahu saya bahwa jika saya dapat memenuhi syarat dan ketentuan mereka, pinjaman saya akan diberikan kepada saya dalam waktu kurang dari 24 jam yang saya lakukan, setelah itu Saya mengajukan pinjaman 450 juta rupiah setelah detail saya diverifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam rekening bank saya dikreditkan. sekarang saya sangat senang atas pekerjaan baik ibu. karina dalam hidup saya dan keluarga saya, saya memutuskan untuk membagikan kesaksian saya tentang Ibu. karina, agar orang-orang dari negara saya dan kota saya bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apa pun, silakan hubungi Ibu. karina melalui email: karinarolandloancompany@gmail.com, atau hanya whatsapp +1 (585) -708-3478 Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: annisalogan@gmail.com untuk pekerjaan baiknya dalam hidup saya dan keluarga saya.