1.12.09

Imbas Krisis Finansial UEA Diprediksi Tidak Pengaruhi Asia; Bursa Saham Unggulan Justru Naik

(Vibiznews - Business) - Ditengah kekhawatiran yang melanda sektor finansial di wilayah Timur Tengah, pergerakan bursa saham Asia pada hari ini (30/11) justru membukukan pergerakan yang positif. Seperti kita ketahui bahwa dalam beberapa hari terakhir sektor finansial di Uni Emirat Arab mengalami tekanan akibat aksi gagal bayar hutang yang dilakukan oleh perusahaan finansial Dubai World yang mencapai nominal sebesar 59 miliar dollar atau senilai Rp 560,5 triliun.

Hal tersebut bukan hanya menekan sektor finansial negara-negara di Timur Tengah saja mengingat luasnya cakupan bisnis perusahaan tersebut, namun juga langsung ebrpengaruh kepada pergerakan bursa saham di negara-negara Timur Tengah. Pada hari ini saja, pergerakan di pasar saham Dubai mengalami kemerosotan sebesar 7%, sedangkan pasar saham di Abu Dhabi turun sebesar 8%. Respon penyelamatan pun mulai terlihat dimana pada hari ini Bank Sentral Uni Emirat Arab yang akan membeli saham dari Dubai World senilai 10 miliar dollar. Selain itu bantuan juga diperkirakan akan mengalir dari Sheikh Ahmed Bin Saeed Al-Maktoum, ketua Supreme Fiscal Committee UEA yang diperkirakan akan menyuntikan dana segar ke perusahaan finansial tersebut. Pihak UEA khawatir jika kasus yang terjadi saat ini akan mempengaruhi kondisi perekonomian di wilayah Timur Tengah.

Bursa Andalan Asia Justru Bergerak Positif


Negatifnya pergerakan bursa saham di Timur Tengah rupanya dimentahkan oleh bursa-bursa unggulan di wilayah Asia Timur. Pada hari ini saja bursa Jepang tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,9% akibat dorongan penguatan harga saham eskportir setelah pergerakan yen mengalami pelemahan terendah dalam 14 tahun terakhir. Indeks Kospi naik sebesar 2,04% menjadi 1,555.60 basis poin. Naiknya pergerakan bursa saham Korea Selatan tersebut disebabkan oleh keluarnya pernyataan positif dari Menteri Keuangan Korea Selatan, Hur Kyung-wook yang mengatakan bahwa imbas dari krisis finansial yang terjadi di UEA tidak akan memberikan dampak yang signfikan bagi perekonomian Korea Selatan.

Sedangkan bursa Hong Kong justru kokoh bergerak positif sebesar 2,7% setelah saham-saham perbankan mengalami peningkatan sepanjang perdagangan. Bursa-bursa tersebut rupanya justru mendapatkan energi positif dari ekspektasi terhadap pergerakan bursa AS yang diprediksi akan meningkatkan paska libur 2 hari dalam menyambut hari Thanksgiving.

Apa yang terjadi pada pergerakan bursa-bursa diatas mendukung pernyataan beberapa pihak bahwa krisis sektor finansial di UEA tidak akan memberikan efek yang signfikan bagi pergerakan perekonomian Asia secara keseluruhan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh salah satu riset BOA Merrill Lynch yang berjudul "Time To Go With Strength", riset tersebut menyatakan bahwa imbas dari krisis yang terjadi di UEA tersebut hanya akan mempengaruhi beberapa pihak terutama yang berkaitan dengan lembaga-lembaga finansial yang memberikan pinjaman. Beberapa pihak yang terjadi menjadi pemberi pinjaman kepada Dubai World diantaranya ialah HSBC Holdings yang tercatat memberikan pinjaman lunak kepada Dubai World senilai 15,9 miliar dollar, sedangkan Standard Chartered sebesar 7,7 miliar dollar.

Dalam riset tersebut juga disebutkan bahwa imbas besarnya hutan Dubai World masih tersingkir oleh peluang potensi tren positif yang terjadi pada pergerakan harga-harga komoditi dan data-data ekonomi negara-negara besar. Imas dari apa yang terjadi di UEA diperkirakan hanya akan bersifat sesaat dan kurang memberikan tekanan bagi perekonomian Asia secara keseluruhan mengingat cakupan bisnis Dubai World hanya berlingkup pada wilayah Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh analis dari Citibank, Elaine Chu dan Markus Rosgen yang mengatakan bahwa pengaruh yang besar justru akan terjadi pada negara-negara di kawasan Timur Tengah terutama disektor finansial dan properti. Mengingat pembangunan di wilayah Dubai dalam satu dekade terakhir bertumpu kepada sektor proeprti yang ditopang oleh pendanaan dari Dubai World. Minimnya jumlah investasi dari perusahaan finansial luar negeri justru memberikan keuntungan bagi negara-negara investor yang notabene diluar kawasan Timur Tengah yang terhindar dari beban hutang yang besar.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: