(Vibiznews – Economy) - Dini hari tadi (10-12) Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah menyampaikan laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini negara tersebut serta garis besar kebijakan moneter yang diambil untuk menyikapi situasi ekonomi yang semakin membaik.
Salah satu faktor utama yang dijadikan indikator penilaian adalah meningkatnya harga komoditi di pasar global sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi, mengingat negara ini merupakan negara dengan ekonomi yang berbasis kepada komoditi.
Naiknya harga komoditi di pasar dunia merupakan dampak dari meningkatnya permintaan terutama dari negara-negara industri berkembang seperti Cina dan India. Adanya kecenderungan ini telah meningkatkan pendapatan ekspor Selandia Baru, yang membantu mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga memperlancar jalannya recovery ekonomi di negara tersebut.
Selain itu penyerapan surplus perdagangan oleh perekonomian domestik juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tingkat harga perumahan dilaporkan cenderung meningkat dimana nilai mortagage masih berada di bawah rata-rata. Selain itu dengan meningkatnya arus imgran ke negara tersebut telah menyebabkan harga perumahan diperkirakan masih akan meningkat dalam waktu dekat.
Namun demikian RBNZ masih belum melihat perlunya peningkatan tingkat suku bunga acuan Official Cash Rate (OCR) dalam waktu dekat ini. Secara fundamental Selandia Baru masih berpotensi mengalami tekanan pada ekonomi jika nilai Dollar Kiwi menguat terlalu tinggi. Sehingga dalam menyikapi hal tersebut RBNZ masih menahan suku bunga acuan.
Analis vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa dengan adanya hal tersebut menunjukkan potensi kecenderungan menguatnya Dollar Kiwi dalm waktu dekat ini. Walaupun kenaikan tersebut diperkirakan dalam derajat yang tidak terlalu tinggi.
Hal ini disebabkan oleh kecenderungan apresiasi nilai Dollar Kiwi masih dapat menekan peningkatan ekspor.
Salah satu faktor utama yang dijadikan indikator penilaian adalah meningkatnya harga komoditi di pasar global sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi, mengingat negara ini merupakan negara dengan ekonomi yang berbasis kepada komoditi.
Naiknya harga komoditi di pasar dunia merupakan dampak dari meningkatnya permintaan terutama dari negara-negara industri berkembang seperti Cina dan India. Adanya kecenderungan ini telah meningkatkan pendapatan ekspor Selandia Baru, yang membantu mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga memperlancar jalannya recovery ekonomi di negara tersebut.
Selain itu penyerapan surplus perdagangan oleh perekonomian domestik juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tingkat harga perumahan dilaporkan cenderung meningkat dimana nilai mortagage masih berada di bawah rata-rata. Selain itu dengan meningkatnya arus imgran ke negara tersebut telah menyebabkan harga perumahan diperkirakan masih akan meningkat dalam waktu dekat.
Namun demikian RBNZ masih belum melihat perlunya peningkatan tingkat suku bunga acuan Official Cash Rate (OCR) dalam waktu dekat ini. Secara fundamental Selandia Baru masih berpotensi mengalami tekanan pada ekonomi jika nilai Dollar Kiwi menguat terlalu tinggi. Sehingga dalam menyikapi hal tersebut RBNZ masih menahan suku bunga acuan.
Analis vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa dengan adanya hal tersebut menunjukkan potensi kecenderungan menguatnya Dollar Kiwi dalm waktu dekat ini. Walaupun kenaikan tersebut diperkirakan dalam derajat yang tidak terlalu tinggi.
Hal ini disebabkan oleh kecenderungan apresiasi nilai Dollar Kiwi masih dapat menekan peningkatan ekspor.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar