(Vibiznews - Business) - Sering perkembangan dan teknologi, kebutuhan manusia seakan dituntut untuk dapat bergerak mengarah efisiensi meski tidak menyingkirkan dari fungsi dari sebuah alat pemenuhan sebuah kebutuhan. Hal tersebut tak terkecuali terjadi pada dunia komputer kedudukan CPU sebagai "otak" dari komputer kian hari kian mengalami perubahan. Besarnya ruang dan cenderung kurang hematnya listrik yang digunakan oleh PC rupanya mendorong banyak pihak untuk menyingkirkan dan menggati dengan teknologi yang lebih baik lagi.
Kondisi tersebut bukan merupakan hal yang anek didalam dunia bisnis yang menuntut adanya tindakan efisiensi dan kemampuan yang dapat mencakup semua keinginan pengguna. Besarnya bentuk PC dinilai menjadi tidak ekonomis lagi bagi beberapa kalangan. Hal tersebut diaplikasikan oleh Sean Whetstone yang merupakan Kepala Bidang Komputerisasi Reed Specialist Recruitment, sebuah perusahaan perekrut tenaga kerja online di AS.
CPU, Terpisah Jarak
Whetstone baru-baru ini mempraktekan sebuah teknologi baru dalam teknologi komputernya di dalam perusahaannya. Ia menitikberaktkan kepada penggunaan PC yang dinilainya sudah tidak up to date lagi dan cenderung menghasilkan biaya yang besar bagi perusahaan. Selain itu, perusahaan juga cenderung mengalami kesulitan dalam penggunaan dalam kegiatan bekerja, terutama dari segi pengawasan dan juga perawatan, terutama mengenai upgrade rutin yang mesti dilakukan setiap kurun waktu tertentu.
Seperti yang kita ketahui bahwa, teknologi komputer terutama PC kian hari kian cepat berkembang. Seiring sejaman kita dihadapkan pada teknologi yang semakin cepat. Maka dari itu, Whetstone kini mulai mengenyampingkan penggunaan PC per pekerja. Ia dengan masukannya hanya menyediakan sebuah keyboard dan juga monitor, sedangkan CPU hanya satu dan terlentak jauh diantara keyboard-keyboard dan monitor-monitor tersebut. Guna merealisasikan tujuan utama yaitu efisiensi, CPU perusahaan yang menyimpan segala macam data dan software diletakan dan dioperasikan di London, yang merupakan kantor utama dari Reed Specialist Recruitment.
Menurut Whetstone, upayanya ini telah berhasil menghemat pengeluaran perusahaan sebesar 20% atau senilai 2,4 juta dollar per tahunnya. Sedangkan dari segi software, kebijakan ini juga tidak merepotkan setiap pihak. Kini peng-instalan dan pengaplikasi software hanya dilakukan melalui satu atap. Sehingga perusahaan tidak perlu lagi menginstal software per setiap komputer.
Virtual PC Makin Marak
Kiprah CPU kedepannya dipastikan akan mengalami penurunan. Pada tahun 2006 lalu, Microsoft mencoba mengenalkan sebuah teknologi yang dinamai Virtual PC, sebuah teknologi yang mengambil alih peranan dari
keyboard, mouse, memori, kartu grafik, hard disk dan CD ROM. Sehingga dengan menginstal software ini, pengguna tidak repot-repot lagi untu memiliki perangkat-perangkat seperti itu. Dengan hanya memiliki CPU sentral, aplikasi ini dapat digunakan ke beberapa pengguna.
Konsep yang ditawarkan sebenernya sama dengan apa yang diberikan oleh Whetstone diatas. Namun pada konsep ini peran software cenderung mengambil alih penggunaan CPU. Dalam teknisnya, pengguna hanya dapat mengaplikasikan dengan sistem touch screen. Sedangkan data-data terpusat pada sebuah server.
Perusahaan yang tercatat telah mengalami kesuksesan dalam penggunaan teknologi ini ialah VMware, perusahaan komunikasi AS. Berkat teknologi Virtual PC, perusahaannya tercatat mengalami peningkatan omset penjualan hingga mencapai 1,9 miliar dollar. Teknologi virtual PC menurut CEO perusahaan tersebut, Mark Margevicius, telah mempercepat kinerja perusahaan dan menekan pengeluaran di bidang IT.
Dengan melihat kondisi-kondisi diatas, apakah Anda berminat untuk melakukan hal yang sama?
Kondisi tersebut bukan merupakan hal yang anek didalam dunia bisnis yang menuntut adanya tindakan efisiensi dan kemampuan yang dapat mencakup semua keinginan pengguna. Besarnya bentuk PC dinilai menjadi tidak ekonomis lagi bagi beberapa kalangan. Hal tersebut diaplikasikan oleh Sean Whetstone yang merupakan Kepala Bidang Komputerisasi Reed Specialist Recruitment, sebuah perusahaan perekrut tenaga kerja online di AS.
CPU, Terpisah Jarak
Whetstone baru-baru ini mempraktekan sebuah teknologi baru dalam teknologi komputernya di dalam perusahaannya. Ia menitikberaktkan kepada penggunaan PC yang dinilainya sudah tidak up to date lagi dan cenderung menghasilkan biaya yang besar bagi perusahaan. Selain itu, perusahaan juga cenderung mengalami kesulitan dalam penggunaan dalam kegiatan bekerja, terutama dari segi pengawasan dan juga perawatan, terutama mengenai upgrade rutin yang mesti dilakukan setiap kurun waktu tertentu.
Seperti yang kita ketahui bahwa, teknologi komputer terutama PC kian hari kian cepat berkembang. Seiring sejaman kita dihadapkan pada teknologi yang semakin cepat. Maka dari itu, Whetstone kini mulai mengenyampingkan penggunaan PC per pekerja. Ia dengan masukannya hanya menyediakan sebuah keyboard dan juga monitor, sedangkan CPU hanya satu dan terlentak jauh diantara keyboard-keyboard dan monitor-monitor tersebut. Guna merealisasikan tujuan utama yaitu efisiensi, CPU perusahaan yang menyimpan segala macam data dan software diletakan dan dioperasikan di London, yang merupakan kantor utama dari Reed Specialist Recruitment.
Menurut Whetstone, upayanya ini telah berhasil menghemat pengeluaran perusahaan sebesar 20% atau senilai 2,4 juta dollar per tahunnya. Sedangkan dari segi software, kebijakan ini juga tidak merepotkan setiap pihak. Kini peng-instalan dan pengaplikasi software hanya dilakukan melalui satu atap. Sehingga perusahaan tidak perlu lagi menginstal software per setiap komputer.
Virtual PC Makin Marak
Kiprah CPU kedepannya dipastikan akan mengalami penurunan. Pada tahun 2006 lalu, Microsoft mencoba mengenalkan sebuah teknologi yang dinamai Virtual PC, sebuah teknologi yang mengambil alih peranan dari
Konsep yang ditawarkan sebenernya sama dengan apa yang diberikan oleh Whetstone diatas. Namun pada konsep ini peran software cenderung mengambil alih penggunaan CPU. Dalam teknisnya, pengguna hanya dapat mengaplikasikan dengan sistem touch screen. Sedangkan data-data terpusat pada sebuah server.
Perusahaan yang tercatat telah mengalami kesuksesan dalam penggunaan teknologi ini ialah VMware, perusahaan komunikasi AS. Berkat teknologi Virtual PC, perusahaannya tercatat mengalami peningkatan omset penjualan hingga mencapai 1,9 miliar dollar. Teknologi virtual PC menurut CEO perusahaan tersebut, Mark Margevicius, telah mempercepat kinerja perusahaan dan menekan pengeluaran di bidang IT.
Dengan melihat kondisi-kondisi diatas, apakah Anda berminat untuk melakukan hal yang sama?
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar