(Vibiznews – Economy) – Pada perdagangan hari ini tampak nilai tukar kembali mengalami penurunan terhadap dolar AS (09/12). Investor kembali berbondong-bondong memburu dolar AS yang dianggap sebagai tempat lindung investasi paling aman. Hal itu terjadi setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang jangka panjang Yunani dan menggambarkan prospek pembiayaannya sebagai negatif.
Pada perdagangan di pasar spot antar bank Jakarta pagi hari ini nilai tukar terhadap dolar mengalami penurunan ke posisi 9465. Posisi hari ini mengalami penurunan sebesar 10 poin dibandingkan penutupan perdagangannya kemarin.
Standard & Poor's sebelumnya juga menempatkan peringkat Yunani dalam 'negatif watch list', sekaligus memberikan peringatan akan menurunkan peringkat Yunani juga jika pemerintah gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi belanja yang berlebihan.
Sentimen lain yang membuat investor khawatir adalah peringatan dari lembaga pemeringkat Moodys yang menyatakan krisis fiskal masih akan tinggal dalam beberapa tahun di Inggris, Prancis, Jerman dan AS. Moody's menyatakan, meski krisis finansial hampir berakhir, namun negara-negara besar justru masih akan terbebani oleh tingkat utang yang besar.
Pengumuman-pengumuman yang negatif itu memunculkan lagi kekhawatiran investor seputar kesehatan perekonomian kawasan Eropa dan juga kesinambungan rebound perekonomiannya.
Pada perdagangan di pasar spot antar bank Jakarta pagi hari ini nilai tukar terhadap dolar mengalami penurunan ke posisi 9465. Posisi hari ini mengalami penurunan sebesar 10 poin dibandingkan penutupan perdagangannya kemarin.
Standard & Poor's sebelumnya juga menempatkan peringkat Yunani dalam 'negatif watch list', sekaligus memberikan peringatan akan menurunkan peringkat Yunani juga jika pemerintah gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi belanja yang berlebihan.
Sentimen lain yang membuat investor khawatir adalah peringatan dari lembaga pemeringkat Moodys yang menyatakan krisis fiskal masih akan tinggal dalam beberapa tahun di Inggris, Prancis, Jerman dan AS. Moody's menyatakan, meski krisis finansial hampir berakhir, namun negara-negara besar justru masih akan terbebani oleh tingkat utang yang besar.
Pengumuman-pengumuman yang negatif itu memunculkan lagi kekhawatiran investor seputar kesehatan perekonomian kawasan Eropa dan juga kesinambungan rebound perekonomiannya.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar