9.12.09

Pemulihan Ekonomi Masih Tertatih-Tatih, Jepang dan AS Genjot Kembali Program Stimulus


(VibiznewsBusiness) – Pemerintah jepang memutuskan untuk kembali menggelontorkan dana untuk stimulus fiskal lanjutan (09/12). Dengan kondisi pemulihan ekonomi yang masih tertatih-tatih di Jepang, Perdana Menteri Yukio Hatoyama memutuskan untuk meningkatkan paket stimulus sebesar 7.2 triliun yen (81 miliar dolar AS).

Stimulus lanjutan tahap pertama ini direncanakan akan digunakan sebesar 3.5 triliun yen untuk membiayai kawasan, 600 miliar yen untuk memerangi tingkat pengangguran, dan 800 miliar yen akan digunakan untuk rencana-rencana penyelamatan lingkungan.

Paket stimulus oleh pemerintah ini diumumkan satu minggu setelah Bank of Japan merilis program kredit senilai 10 triliun yen dalam rangka mengatasi deflasi dan menguatnya nilai tukar yen. Yen telah mengalami peningkatan tajam dan sempat mencapai level tertingginya dalam 14 tahun belakangan pada tanggal 27 November lalu.

Risiko Deflasi
Dalam pernyataannya berkaitan dengan rencana penggelontoran paket stimulus lanjutan ini, pemerintah menyatakan bahwa risiko terhamabtnya pemulihan ekonomi masih cukup tinggi. Dengan kondsi tingkat pengangguran yang tinggi dan rendahnya permintaan akan tekanan deflasi menimbulkan kekahwatiran pada pasar valuta asing. Kenaikan nilai tukar yen yang massif juga turut menambahkan tekanan pada proses pemulihan ekonomi Jepang.

Meskipun sebagian besar negara di dunia telah memutuskan untuk secara bertahap menarik stimulus, akan tetapi Jepang dan AS tampaknya masih kurang yakin untuk melakukan hal tersebut. Ini terbukti dengan langkah terbaru AS yang diperkirakan akan mengumumkan akan memperpanjang masa jatuh tempo program penyelamatan perbankan.

Jepang telah merilis empat stimulus sejak bulan September 2008 lalu dengan total dana senilai 29 triliun yen (326 miliar dolar AS). Jumlah stimulus tersebut merupakan yang ketiga terbesar setelah AS sebesar 787 miliar dolar dan China sebesar 585 miliar dolar.

Gedung Putih Rencanakan Perpanjang Bailout Perbankan
Jepang rupanya bukan satu-satunya negara yang masih ragu untuk menarik program stimulus yang ditujukan untuk menggenjot ekonominya. Pemerintahan Barack Obama juga dilaporkan akan memperpanjang masa hidup program bailout perbankan senilai 700 miliar dolar hingga Oktober tahun 2010 mendatang.

Sumber terpercaya telah menyatakan kepada CNBC bahwa dana sebesar 175 miliar dolar yang berasa dari program TARP akan digunakan untuk mengurangi defisit. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk program penyelamatan perbankan di AS ini diharapkan akan berhasil dikembalikan seluruhnya pada tahun 2010 mendatang, tepatnya per bulan Oktober.

Langkah ini akan menghasilkan dana TARP senilai 140 miliar dolar yang tidak terpakai. Dana ini kemudian akan digunakan untuk hal lain sesuai dengan persetujuan dari kongres. Kemungkinan besar dana ini akan digunakan untuk program pembukaan lapangan kerja.

Dana penyelamatan perbankan telah digunakan untuk menyuntikkan bantuan permodalan kepada bank-bank yang bermasalah akibat krisis kredit subprime di AS, termasu perusahaan asuransi AIG. Dana ini juga digunakan untuk menyelamatkan sektor otomotif AS, termasuk perusahaan GM, Chrysler, dan Ford. Program penyelamatan yang disetujui pada bulan Oktober tahun 2008 ini dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 21 Desemebr 2009 ini. Akan tetapi perpanjangan masa program akan memberikan waktu 10 bulan lagi kepada para perusahaan untuk mengembalikan dana yang telah dipinjamkan tersebut.


sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: