19.3.10

Para Filantropis Asia Terkemuka

(Vibiznews - Business) - Seiring dengan meningkatnya jumlah milyarder dan orang-orang kaya di dunia ini, perkembangan tokoh-tokoh philanthropist kian banyak bermunculan. Pada hari ini (15/3) situs bisnis terkemuka, Forbes, merilis daftar 48 filantropis terbaik di kawasan Asia. Hasil survey yang diumumkan ini merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada 48 tokoh tersebut yang telah menyisihkan dana kekayaannya guna ditujukan kepada berbagai macam sektor seperti dunia pendidikan, kesehatan dan teknologi bagi kalangan yang kurang mampu.

Filantropis Australia Urutan Pertama



Diurutan pertama sebagai filantropis favorit ditempati oleh wanita berumur 57 tahun yang bernama Jan Cameron yang berasal dari Australia. Cameron merupakan CEO sekaligus pendiri dari perusahaan penyedia peralatan kegiatan outdor ternama yang bernama Retail Adventures. Sejak tahun 2006 yang lalu, selain berfokus kepada bidang bisnisnya, ia juga telah mendonasikan dan juga berkecimpung ke dalam beberapa organisasi yang memfokuskan kepada penyelamatan hewan liar, kesehatan dan kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker.

Total donasi yang telah ia berikan kepada kegiatan-kegiatan tersebut sampai dengan saat ini telah mencapai nominal 20 juta dollar. Baru-baru ini ia bahkan akan menyumbangkan dana sebesar 9 juta dollar guna mendukung program pelestraian hewan Setan Tasmania yang merupakan spesies langka di Australia.

Selanjutnya, masih di wilayah Australia. Nama Andrew Forrest mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Ya, dia merupakan orang terkaya di Australia untuk saat ini. Dengan total aset sebesar 4,1 miliar ia berhasil menduduki posisi sebagai pengusaha paling sukses dan terkaya. Namun kekayaannya tersebut tidak melupakan sisi sosialnya yang berkembang selama ia menekuni bisnis dan menjadi CEO Fortescue Metals. Tindakan philantrophy yang ia lakukan ialah dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk asli Australia, suku Aborigin pada perusahaan logam yang dipimpinnya.



Tokoh filantropis terkemuka di Asia rupanya masih dikuasai oleh tokoh-tokoh yang berasal dari Australia. Setelah Andrew Forrest, diposisi ketiga ditempati oleh Dame Elisabeth Murdoch, wanita berumur 101 tahun dan merupakan ibunda dari "raja media" Rupert Murdoch ini tercatat telah mengabdikan dirinya di dunia philantrophy selama 75 tahun. Sampai dengan saat inipun dirinya masih memimpin beberapa organisasi yang didirikannya seperti Murdoch Childrens Research Institute, Royal Children's Hospital, National Gallery of Victoria dan Australian Ballet. Berkat kiprahnya tersebut, pada tahun 2008 ia dinobatkan sebagai 5 philantrophist terbaik di dunia.

Pengusaha China Pro-Tibet Masuk 5 Besar



Bagi kita semua hubungan yang memanas antara China dan Tibet rupanya akan memunculkan kesimpulan bahwa masing-masing pihak akan menanamkan kebencian. Namun hal tersebut sedikit terobati dengan munculnya sosok filantropis asal China yang bernama Huang Nabo. Pria berumur 46 yang juga merupakan CEO Zhongkun Group, perusahaan properti terkemuka di China tercatat sebagai penyumbang rutin dalam program pendidikan di Tibet. Dana yang telah dikeluarkan oleh Nabo mencapai 73.000 dollar dan ditujukan untuk program beasiswa bagi anak-anak tidak mampu di Tibet. Tindakan amalnya tersebut bukan itu saja, bahkan akhir-akhir ini ia telah mengalokasi dananya sebesar 100.000 dollar guna mengirim pemuda-pemuda berprestasi Tibet untuk dikuliahkan di UCLA.

Selain pengusaha-pengusaha yang berhasil masuk daftar survey, seorang atlet pun bisa masuk ke posisi 10 besar. Ia adalah Yao Ming, bintang basket Asia yang kini bermain di Houston Rockets ini juga telah mencatatkan namanya di daftar tokoh Filantropis. Tindakan amalnya yang ia lakukan salah satunya dengan membangun Yao Ming Fund yang terfokus kepada program pendidikan dan kesehatan terhadap anak-anak tidak mampu secara ekonomi di China. Peran aktif dari organisasi tersebut baru-baru ini ialah dengan mendirikan beberapa sekolah semi permanen bagi korban gempa bumi di Sichuan, China.


sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: