(Vibiznews - Business) - Pada saat ini, kinerja CEO wanita di perusahaan-perusahaan besar dunia rupanya sudah tidak dapat dianggap sebelah mata kembali. Kiprah para srikandi-srikandi tersebut bahkan beberapa telah melampaui kinerja dari CEO pria. Bahkan bukan hanya kemampuannya saja yang melebihi para kaum adam, pendapatannya pun dapat dibilang cukup mencengangkan dan merupakan salah satu CEO yang memiliki pendapatan terbesar saat ini. Hal tersebutlah yang kini terjadi pada CEO Yahoo.Inc, Carol Bartz. Bartz tercatat memiliki gaji sebsar 47,2 juta dollar dalam setahun. Apa yang diperoleh bartz tersebut berhasil memposisikan dirinya sebagai CEO wanita dengan gaji tertinggi di dunia. Sedangkan diposisi kedua ditempati oleh CEO Kraft Foods, Irene Rosenfeld.
Besaran gaji yang diperoleh Bartz jauh meninggalkan belasan CEO wanita yang perusahaan-perusahaannya memiliki listing di indeks Standard & Poor's AS yang hanya memiliki rata-rata gaji sebesar 14,2 juta dollar per tahun. Beberapa pengamat mengatakan bahwa peluang berkembangnya kemampuan dan pendapatan yang terjadi pada para CEO wanita kedepannya sangat terbuka lebar. Bahkan Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa dalam tempo 1 tahun atau antara tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 pertumbuhan CEO-CEO wanita mengalami peningkatan seebsar 19%.
Jika kita melongok setahun lalu, sebenarnya gaji yang diperoleh Bartz pada tahun 2009 lalu hanya sebesar 27,2 juta dollar. Melonjaknya peroleh gaji Bartz disebabkan oleh naiknya performa dan kinerja dari Yajoo sendiri dalam satu tahun terakhir. Kondisi tersebut diperlihatkan oleh melonjaknya harga saham hingga sebesar 50% dalam satu tahun terakhir. Apalagi proses akuisisi yang dilakukan oleh Microsoft kepada Yahoo pada tahun lalu meberikan dampak efek multiplier bagi pergerakan bisnis Yahoo sendiri. Semakin besarnya aset dan luasnya pangsa pasar membuat kedua perusahaan memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.
Besaran gaji yang diperoleh Bartz jauh meninggalkan belasan CEO wanita yang perusahaan-perusahaannya memiliki listing di indeks Standard & Poor's AS yang hanya memiliki rata-rata gaji sebesar 14,2 juta dollar per tahun. Beberapa pengamat mengatakan bahwa peluang berkembangnya kemampuan dan pendapatan yang terjadi pada para CEO wanita kedepannya sangat terbuka lebar. Bahkan Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa dalam tempo 1 tahun atau antara tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 pertumbuhan CEO-CEO wanita mengalami peningkatan seebsar 19%.
Jika kita melongok setahun lalu, sebenarnya gaji yang diperoleh Bartz pada tahun 2009 lalu hanya sebesar 27,2 juta dollar. Melonjaknya peroleh gaji Bartz disebabkan oleh naiknya performa dan kinerja dari Yajoo sendiri dalam satu tahun terakhir. Kondisi tersebut diperlihatkan oleh melonjaknya harga saham hingga sebesar 50% dalam satu tahun terakhir. Apalagi proses akuisisi yang dilakukan oleh Microsoft kepada Yahoo pada tahun lalu meberikan dampak efek multiplier bagi pergerakan bisnis Yahoo sendiri. Semakin besarnya aset dan luasnya pangsa pasar membuat kedua perusahaan memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.
Kondisi yang berbeda justru terjadi pada Irene Rosenfeld. Apa yang terjadi pada Yahoo.Inc justru tidak terjadi pada perusahaannya, Krat Foods. Paska kebijakan akuisisi dengan Cadbury Plc pada awal tahun ini justru tidak cukup menguntungkan bagi Kraft sendiri. Banyak kalangan menilai bahwa kebijakan tersebut merupakan "dumb deal" mengingat kedua perusahaan memilki core bisnis yang sama jika terjadi akuisisi justru akan mengurangi pangsa pasar kedua belah pihak. Rosenfeld yang juga memiliki 8% saham di Kraft memnag cukup terpukul pada saat ini. Namun sikap optimis masih dihadirkan oleh wanita ini dimana ia merupakan salu pemegang andil dalam kebijakan akuisisi tersebut.
Ada yang berpandangan bahwa apa yang terjadi dengan Rosenfeld merupakan sebuah motivasi tersendiri dimana dengan adanya akuisisi dengan pihak Cadbury akan justru mengurangi jumlah pesaing didalam pangsa pasar yang sama. Pengamat bisnis mengatakan bahwa dengan adanya kondisi tersebut akan emmberikan dampak yang positif bagi Kraft sendiri di jangka waktu yang lama. Belum lagi dengan adanya penekanan di sektor aset yang menguntungkan kedua belah pihak. Dan kedua belah pihak tidak lagi diberatkan oleh adanya pertumbuhan aset dalam jangka waktu yang singkat.
Fenomena yang terjadi pada Carol Bartz dan juga Iren Rosenfeld memang masih menjadi hal yang belum umum bagi perkembangan bisnis pada saat ini. Apalagi saat ini masih terfokus kepada CE-Ceo pria yang bergelimang harta disebabkan oleh tingginya perolehan gai dalam memimpin perusahaan besar dunia. Namun kedepannya, fenomena tingginya gaji para CEO wanita akan masih besar. Apalagi pertumbuhan CEO-CEO wanita di sektor bisnis AS masih cukup tinggi yang memperlihatkan bahwa sektor bisnis membutuhkan peranan seorang wanita dalam memimpin sebuah perusahaan. Peran wanita bukan hanya duduk sebagai pemimpin tapi juga dapat mengayomi seluruh aspeka dan komponen dalam sebuah perusahaan.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar