Kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian di AS rupanya masih belum dapat berakhir. Pada bursa saham misalnya, sampai dengan akhir kuartal kedua bursa saham AS bahkan kurang mengalami prestasi yang baik. Sampai dengan bulan Mei yang lalu, bursa AS tercatat telah mencapai pelemahan sebesar 5%, sedangkan sepanjang periode kuartal pertama bursa AS tercatat telah mengalami pelemahan sebesar 10%. Pengaruh dari perekonomian global, kondisi mikroekonomi AS dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah membuat pergerakan bursa AS cenderung terkena imbas yang negatif.
Maka dari itu, situs bisnis terkemuka dunia, Forbes pada hari ini (14/6) merilis 10 pendapat para ekonom dunia terhadap prediksi bursa AS yang mereka prediksi akan tetap mengalami kesulitan pada tahun ini dan tidak menutuo kemungkinan akan masih berpeluang mengalami penurunan.
Sosok ekonom yang pertama ialah Nouriel Roubini atau yang dikenal sebagai Dr. Doom. Prediksi Roubini terhadap perkembangan
ekonomi AS memang cukup negatif. Ia sebelumnya bahwa memprediksi bahwa perkembangan ekonomi AS untuk tahun ini masih belum dapat keluar dari krisis. Kondisi tersebut selanjutnya tertuju kepada pergerakan bursa saham yang dinilainya masih terlalu rapuh dari tekanan. Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan untuk tahun ini bursa akan kembali tertekan dalam. Pengaruh tekanan dan imbas tekanan ekonomi Eropa dan juga masih tingginya tingkat pengangguran di AS akan menjadi faktor penyebab pelemahan bursa.
Sedangkan ekonom selanjutnya ialah David Roesenberg, CEO Gluskin Sheff yang juga memprediksi bahwa pada tahun ini bursa saham
AS masih akan berpeluang melemah. Rosenberg berpendapat bahwa perekonomian global akan tertahan oleh adanya deflasi dan juga masih adanya kasus gagal kredit yang akan terus menghantui resiko ancaman pelemahan kembali sektor finansial. Pernyataan yang hampir sama dengan Roubini juga dinyatakan oleh Mohamed El-Erian yang mengatakan bahwa tantangan bursa AS tahun ini akan masih berkutat pada lambannya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran dan besarnya pengeluaran negara.
Hal yang sama juga dikeluarkan oleh Jim Rogers, CEO Quantum Fund. Pendapat yang cenderung melunak dikeluarkan oleh John
Hussman yang memprediksi bahwa sampai dengan kuartal ketiga tahun ini bursa AS akan masih berpeluang tertekan. Namun dirinya memprediksi bahwa di akhir tahun nanti bursa akan bergerak positif seiring dengan mulai berangsur-angsurnya pengaruh tekanan ekonomi di Eropa. Namun disisi lain, pendapat yang sangat pesimis dilayangkan oleh Marc Faber yang memprediksi bahwa kondisi bearish akan terjadi di segala sektor termasuk bursa saham. Regulasi kenaikan tingkat pajak diperkirakan akan membebani perekonomian AS.
Pernyataan dari Marc Faber tersebut ditambahkan lagi oleh pernyataan dari dan Arthur LafferRichard Russel yang mengatakan bahwa tingkat perekonomian masyarakat AS belum akan pulih pada tahun ini. Kebijakan kenaikan pajak justru akan membebani rakyat AS di tahun mendatang dan bahwakan akan menghantarkan krisis kembali bagi AS. Sedangkan dua ekonom lainnya yaitu David Hefty dan David Levy justru menyikapi kekhawatiran terhadap adanya peluang pelemahan ekonomi China akibat efek buble yang dikhawatirkan akan membuat pelemahan bagi bursa AS tahun ini.
Maka dari itu, situs bisnis terkemuka dunia, Forbes pada hari ini (14/6) merilis 10 pendapat para ekonom dunia terhadap prediksi bursa AS yang mereka prediksi akan tetap mengalami kesulitan pada tahun ini dan tidak menutuo kemungkinan akan masih berpeluang mengalami penurunan.
Sosok ekonom yang pertama ialah Nouriel Roubini atau yang dikenal sebagai Dr. Doom. Prediksi Roubini terhadap perkembangan
Sedangkan ekonom selanjutnya ialah David Roesenberg, CEO Gluskin Sheff yang juga memprediksi bahwa pada tahun ini bursa saham
Hal yang sama juga dikeluarkan oleh Jim Rogers, CEO Quantum Fund. Pendapat yang cenderung melunak dikeluarkan oleh John
Pernyataan dari Marc Faber tersebut ditambahkan lagi oleh pernyataan dari dan Arthur LafferRichard Russel yang mengatakan bahwa tingkat perekonomian masyarakat AS belum akan pulih pada tahun ini. Kebijakan kenaikan pajak justru akan membebani rakyat AS di tahun mendatang dan bahwakan akan menghantarkan krisis kembali bagi AS. Sedangkan dua ekonom lainnya yaitu David Hefty dan David Levy justru menyikapi kekhawatiran terhadap adanya peluang pelemahan ekonomi China akibat efek buble yang dikhawatirkan akan membuat pelemahan bagi bursa AS tahun ini.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar