(Vibiznews - Business) - Pada hari ini (4/6), GDP Korea Selatan pada kuartal pertama tahun ini dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Badan Stastistik Korea menyatakan bahwa dalam kurun waktu antara Januari sampai dengan bulan maret lalu perekonomian Korea selatan mengalami pertumbuhan sebesar 2,1%. Level tersebut melebihi prediksi sebelumnya dimana Bank Sentral Korea memperkirakan bahwa GDP Korea hanya akan naik sebesar 1,8%.
Banyak pihak menilai prestasi yang dibukukan oleh Korea Selatan tersebut merupakan hasil kinerja pemerintah yang menggenjot sektor eksportir yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian negara tersebut. Tujuan ekspor Korea selatan masih terfokus kepada 2 negara besar yaitu AS dan China. Sampai dengan bulan Maret tahun ini saja tingkat ekspor ke dua negara tersebut dinayatakan mengalami kenaikan sebesar 41,9%.
Bahkan pemerintah Korea Selatan sendiri memprediksi bahwa tingkat ekspor untuk tahun ini akan mengalami kenaikan hingga mencapai 20%. Level tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan yang terjadi pada tahun lalu yang hanya mencapai kenaikan sebesar 12,9%. Sedangkan disisi lain tingkat impor negara tersebut diperkirakan akan mencapai kenaikan sebesar 20,8% untuk tahun ini.
Ekspor barang untuk kuartal pertama dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 3,7%, sedangkan konsumsi individu naik sebesar 0,7%. Dan pengeluaran negara unutk kuartal pertama hanya naik tipis sebesar 0,1% menjadi 5,8%.
Beberapa perusahaan eksportir seperti Samsung Electronics Co, perusahaan elektronik terbesar di Asia saat ini, telah menyatakan bahwa sepanjang tahun 2010 profit perusahaannya telah mengalami kenaikan yang cukup signfikan. Profit perusahaan tersebut dalam kurun waktu antara bulan Januari - Maret mengalami kenaikan hingga 17%. Sedangkan perusahaan eksportir lainnya, Hyundai Motor juga mengalami kondisi yang sama.
Sektor eksportir juga memperoleh "angin segar" setelah pergerakan won terhadap dollar pada kuartal pertama kurang memberikan hasil yang baik dimana mata uang Korea Selatan tersebut mengalami pelemahan sebesar 8%. Level tersebut merupakan penurunan terendah sejak Februari 2009.
Pemilu Lokal dan Krisis Keamanan, Tantangan Kedepan
Positifnya perekonomian Korea Selatan saat ini cukup memberikan sebuah harapan meski kedepannya atau dalam jangka pendek akan dihadapkan pada beberapa tantangan seperti pemilu lokal dan juga kondisi keamanan yang semakin tegang antara pihak Korea selatan dan Korea Utara.
Layaknya Indonesia, pemilu lokal atau lebih akrabnya kita denga pilkada di Korea juga turut memberikan sebuah fokus tersendiri. Besarnya biaya yang dikeluarkan dan tegangnya kondisi politik menjadi salah satu kekhawatiran bagi pasar. Hal yang serupa juga terjadi pada ketegangan militer yang melanda semenanjung Korea. Bahkan pihak Korea Utara sendiri tidak memungkiri bahwa ketegangan semakin meningkat dan tidak menutup kemungkinan perang juga akan terjadi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar