Julia Gillard akan menjadi Perdana Menteri wanita pertama Australia setelah Kevin Rudd mengundurkan diri dari jabatannya (24/06). Rudd mengumumkan pengunduran diri resmi setelah dukungan terhadapnya mengalami penurunan tajam menyusul perselisihannya dengan industry komoditas mengenai rencananya untuk menaikkan pajak terhadap industry ini.
Julia Gillard Jabat PM Wanita Pertama di Sejarah Australia
Julia Gillard yang saat ini berusia 48 tahun telah disumpah sebagai perdana menteri. Penunjukannya sebagai pengganti Kevin Rudd disetujui oleh para anggota Partai Buruh yang merupakan partai pendukung Rudd.
Julia Gillard merupakan wakil perdana menteri Kevin Rudd sejak bulan Desember 2006 yang juga merupakan salah satu ujung tombak Partai Buruh untuk menghancurkan koalisi yang dibangun John Howard, perdana menteri sebelumnya yang merupakan saingan Rudd dalam pemilihan sebelumnya. Dalam pemerintahan Rudd Juli Gillard menjabat sebagai menteri pendidikan, tenaga kerja, dan permasalahan sosial, dan merupakan pendukung dari pajak pertambangan.
Julia Gillard akan menghadapi persaingan dari koalisi yang saat ini dipimpin oleh Tony Abbott, seorang mantan petinju amatir yang saat ini belajar untuk menjadi seorang pendeta. Abbott telah berjanji untuk tidak menyetujui kebijakan pajak komoditas dan telah menawarkan sebuah skema yang lebih baik untuk para orang tua yang ingin mengambil cuti setelah memiliki anak.
Untuk posisi wakil perdana menteri diduduki oleh menteri keuangan Wayne Swan. Swan merupakan pembantu kepercayaan Rudd dalam mengarungi ekonomi Australia sehingga relatif mampu selamat melewati badai krisis. Di samping menjabat sebagai wakil perdana menteri posisi Swan sebagai menteri keuangan juga tetap dipegangnya.
Kevin Rudd Kehilangan Kepercayaan Pendukungnya
Kevin Rudd merupakan perdana menteri Australia yang memiliki masa jabatan terpendek sejak tahun 1971 lalu. Dalam wawancaranya dengan salah satu surat kabar di Canberra hari ini Rudd menyatakan kebanggannya mengenai management yang dilakukannya terhadap perekonomian Australia dan pencapaian-pencapaiannya yang lain seperti pengenalan computer ke sekolah-sekolah, pembaangunan perpustakaan baru, dan perubahan sistem penyediaan jasa kesehatan.
Menurut Rudd, pengunduran dirinya saat ini bukan merupakan langkah mundur dari panggung politik Australia. Menurutnya ia dapat melakukan pelayanan kepada pemerintah Australia dalam berbagai cara lain. Lebih lagi Rudd berencana untuk kembali mencalonkan diri pada pemilihan umum mendatang sebagai perdana menteri.
Menurut Nick Economou yang merupakan dosen ilmu politik di Universitas Monash di Melbourne, pengunduran diri Rudd dan penunjukan Gillard sebagai perdana menteri merupakan pergantian kekuasaan yang paling dramatis sepanjang sejarah politik Australia.
Dukungan terhadap Kevin Rudd mulai menipis setelah dia menarik kembali dukungannya terhadap kebijakan perdagangan karbon. Isu ini adalah salah satu yang membawanya ke kuris perdana menteri. Pengingkarannya tersebut telah memicu ketidakpuasan dari para pendukungnya. Setelah kesalahan tersebut Rudd berencana untuk meningkatkan pajak bagi perusahaan-perusahaan komoditas di Australia menjadi 40%. Perusahaan pertambangan merupakan salah satu urat nadi perekonomian Australia yang merupakan negara eksportir batu bara dan biji besi terbesar di dunia. Hal ini ditentang oleh kalangan partainya sendiri, meskipun demikian Rudd menolak untuk membatalkan rencananya tersebut.
Ketidakpuasan terhadap kinerja Kevin Rudd meningkat mencapai angka 55% menurut survey via telepon yang dilakukan kepada 1147 responden pada tanggal 18 – 20 Juni lalu, yang dirilis hasilnya oleh salah satu surat kabar di Australia. Sebelumnya Kevin Rudd merupakan perdana menteri paling popular kedua di Australia, hanya kalah oleh Bob Hawke yang memangku jabatan sebagai perdana menteri pada era tahun 1980-an.
Julia Gillard Jabat PM Wanita Pertama di Sejarah Australia
Julia Gillard yang saat ini berusia 48 tahun telah disumpah sebagai perdana menteri. Penunjukannya sebagai pengganti Kevin Rudd disetujui oleh para anggota Partai Buruh yang merupakan partai pendukung Rudd.
Julia Gillard akan menghadapi persaingan dari koalisi yang saat ini dipimpin oleh Tony Abbott, seorang mantan petinju amatir yang saat ini belajar untuk menjadi seorang pendeta. Abbott telah berjanji untuk tidak menyetujui kebijakan pajak komoditas dan telah menawarkan sebuah skema yang lebih baik untuk para orang tua yang ingin mengambil cuti setelah memiliki anak.
Untuk posisi wakil perdana menteri diduduki oleh menteri keuangan Wayne Swan. Swan merupakan pembantu kepercayaan Rudd dalam mengarungi ekonomi Australia sehingga relatif mampu selamat melewati badai krisis. Di samping menjabat sebagai wakil perdana menteri posisi Swan sebagai menteri keuangan juga tetap dipegangnya.
Kevin Rudd Kehilangan Kepercayaan Pendukungnya
Menurut Rudd, pengunduran dirinya saat ini bukan merupakan langkah mundur dari panggung politik Australia. Menurutnya ia dapat melakukan pelayanan kepada pemerintah Australia dalam berbagai cara lain. Lebih lagi Rudd berencana untuk kembali mencalonkan diri pada pemilihan umum mendatang sebagai perdana menteri.
Menurut Nick Economou yang merupakan dosen ilmu politik di Universitas Monash di Melbourne, pengunduran diri Rudd dan penunjukan Gillard sebagai perdana menteri merupakan pergantian kekuasaan yang paling dramatis sepanjang sejarah politik Australia.
Dukungan terhadap Kevin Rudd mulai menipis setelah dia menarik kembali dukungannya terhadap kebijakan perdagangan karbon. Isu ini adalah salah satu yang membawanya ke kuris perdana menteri. Pengingkarannya tersebut telah memicu ketidakpuasan dari para pendukungnya. Setelah kesalahan tersebut Rudd berencana untuk meningkatkan pajak bagi perusahaan-perusahaan komoditas di Australia menjadi 40%. Perusahaan pertambangan merupakan salah satu urat nadi perekonomian Australia yang merupakan negara eksportir batu bara dan biji besi terbesar di dunia. Hal ini ditentang oleh kalangan partainya sendiri, meskipun demikian Rudd menolak untuk membatalkan rencananya tersebut.
Ketidakpuasan terhadap kinerja Kevin Rudd meningkat mencapai angka 55% menurut survey via telepon yang dilakukan kepada 1147 responden pada tanggal 18 – 20 Juni lalu, yang dirilis hasilnya oleh salah satu surat kabar di Australia. Sebelumnya Kevin Rudd merupakan perdana menteri paling popular kedua di Australia, hanya kalah oleh Bob Hawke yang memangku jabatan sebagai perdana menteri pada era tahun 1980-an.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar