Setelah dalam beberapa hari yang lalu BusinessNews membahas mengenai kota-kota termahal untuk dihuni di Asia, dengan posisi pertama ditempati oleh Tokyo. Kini hasil survey tersebut semakin lengkap dengan munculnya hasil survey yang dikeluarkan oleh BusinessWeek pada hari ini (25/6) yang membahas mengenai urutan kota-kota di dunia yang paling mahal untuk dihuni. Dan berdasarkan survey tersebut, posisi pertama masih tetap ditempati oleh ibukota negara Jepang, Tokyo.
Tingginya biaya hidup dan hunian di Tokyo memang telah menjadi acuan negara-negara di dunia dalam menerapkan fasilitas yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan manusia. Dari segi biaya huni memang Tokyo bisa digolongkan termahal mengingat rata-rata biaya sewa bagi apartemen di kota tersebut yang terdiri dari 2 kamar tidur memiliki biaya sewa sebesar 5000 dollar. Kondisi tersebut belum lagi ditambah
oleh mahalnya biaya konsumsi dan hiburan seperti rata-rata harga makan siang yang sebesar 18 dollar dan juga rata-rata tiket nonton bioskop yang seharga 22 dollar.
Diperingkat kedua ditempati oleh kota Oslo, Norwegia. Seperti halnya kota-kota di wilayah skandinavia, tingginya pajak sudah barang tentu akan membuat harga kebutuhan pokok juga akan berimbas mengalami kenaikan. Dengan masuknya Oslo di peringkat kedua, menandakan bahwa ibukota negara Norwegia tersebut merupakan kota termahal di wilayah Eropa. Sebagai permisalan, harga 1 lusin telur di kota ini seharga 6,72 dollar, sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk makan siang rata-rata sebesar 43 dollar.
Peringkat selanjutnya ditempati oleh Luanda, Angola. Posisi tersebut tidak mengherankan apabila kita melihat bahwa tahun lalu kota ini justru menempati peringkat pertama sebagai kota paling termahal di dunia. Tingginya biaya hidup didasari oleh tidak terbendungnya pergerakan inflasi yang dibarengi pula oleh depresiasi matau uang lokal, kwanza. Dan hampir setiap tahun setiap harga barang-barang
kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan. Untuk biaya sewa apartemen yang terdiri dari 2 kamar tidur di Luanda seharga 3.500 dollar per bulan.
Untuk posisi ke empat ditempati oleh Nagoya, Jepang. Kota terbesar keempat di Jepang dari segi populasi. Mahalnya biaya hidup di kota ini tergolong wajar mengingat kota ini merupakan sentra produsen otomotif di Jepang. Perusahaan-perusahaan otomotif besar dunia seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Volkswagen dan GM secara masif mengembangkan produksi dari mulai bisnis manufaktursam dengan distribusi ke seluruh dunia. Selain itu, Nagoya terkendal dengan mahalnya harga beras dengan nominal rata-rata seharga 9,14 dollar per kg. Untuk peringkat kelima dan juga ketujuh ditempati oleh Yokohama dan Kobe. Yokohama dikenal sebagai kota pelabuhan utama di Jepang,
sedangkan Kobe merupakan kota industri terbesar di Jepang dan juga sebagai kota industri logam terbesar di Jepang dengan menghasilkan baja guna menunjang sektor industri di Jepang.
Dan di posisi 8 ditempati oleh Copenhagen, Denmark. Tingginya biaya hidup disebabkan oleh tingginya pendapatan rata-rata penduduk di kota tersebut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh UBS dari 73 kota didunia menyatakan bahwa Copenhagen merupakan kota dengan penghasilan penduduknya terbesar di dunia. Sebagai permisalan, untuk menyewa DVD di kota tersebut senilai 8 dollar per hari, sedangkan rata-rata harga celana jeans mencapai 150 dollar dan satu kali penggunaan alat transportasi senilai 3,7 dollar.
Tingginya biaya hidup dan hunian di Tokyo memang telah menjadi acuan negara-negara di dunia dalam menerapkan fasilitas yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan manusia. Dari segi biaya huni memang Tokyo bisa digolongkan termahal mengingat rata-rata biaya sewa bagi apartemen di kota tersebut yang terdiri dari 2 kamar tidur memiliki biaya sewa sebesar 5000 dollar. Kondisi tersebut belum lagi ditambah
Diperingkat kedua ditempati oleh kota Oslo, Norwegia. Seperti halnya kota-kota di wilayah skandinavia, tingginya pajak sudah barang tentu akan membuat harga kebutuhan pokok juga akan berimbas mengalami kenaikan. Dengan masuknya Oslo di peringkat kedua, menandakan bahwa ibukota negara Norwegia tersebut merupakan kota termahal di wilayah Eropa. Sebagai permisalan, harga 1 lusin telur di kota ini seharga 6,72 dollar, sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk makan siang rata-rata sebesar 43 dollar.
Peringkat selanjutnya ditempati oleh Luanda, Angola. Posisi tersebut tidak mengherankan apabila kita melihat bahwa tahun lalu kota ini justru menempati peringkat pertama sebagai kota paling termahal di dunia. Tingginya biaya hidup didasari oleh tidak terbendungnya pergerakan inflasi yang dibarengi pula oleh depresiasi matau uang lokal, kwanza. Dan hampir setiap tahun setiap harga barang-barang
Untuk posisi ke empat ditempati oleh Nagoya, Jepang. Kota terbesar keempat di Jepang dari segi populasi. Mahalnya biaya hidup di kota ini tergolong wajar mengingat kota ini merupakan sentra produsen otomotif di Jepang. Perusahaan-perusahaan otomotif besar dunia seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Volkswagen dan GM secara masif mengembangkan produksi dari mulai bisnis manufaktursam dengan distribusi ke seluruh dunia. Selain itu, Nagoya terkendal dengan mahalnya harga beras dengan nominal rata-rata seharga 9,14 dollar per kg. Untuk peringkat kelima dan juga ketujuh ditempati oleh Yokohama dan Kobe. Yokohama dikenal sebagai kota pelabuhan utama di Jepang,
Dan di posisi 8 ditempati oleh Copenhagen, Denmark. Tingginya biaya hidup disebabkan oleh tingginya pendapatan rata-rata penduduk di kota tersebut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh UBS dari 73 kota didunia menyatakan bahwa Copenhagen merupakan kota dengan penghasilan penduduknya terbesar di dunia. Sebagai permisalan, untuk menyewa DVD di kota tersebut senilai 8 dollar per hari, sedangkan rata-rata harga celana jeans mencapai 150 dollar dan satu kali penggunaan alat transportasi senilai 3,7 dollar.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar