16.7.10

Toyota lagi-Lagi Terpaksa Tarik Produknya, 17,000 Lexus Bermasalah Kebocoran Bahan Bakar

Lagi-lagi Toyota tertimpa masalah. Perusahaan produsen mobil terbesar di dunia ini kembali terpaksa melakukan penarikan pada salah satu produknya. Dikabarkan Toyota menarik dari pasaran dan untuk sementara menahan penjualan produk Lexus HS250h produksi tahun 2010. Model hybrid ini ditarik dari perdaran setelah ditemukan potensi masalah pada sistem bahan bakarnya, yaitu berupa kebocoran. (28/06)

Dalam suratnya kepada National Highway Traffic Safety Administration (Administrator Keselamatan Jalan Raya Nasional) di AS, Toyota menyatakan bahwa penarikan kembali dan penghentian sementara penjualan mencapai angka sebesar 17,000 unit mobil yang semuanya diproduksi di AS. Angka tersebut terdiri dari 13,000 unit yang telah terjual dan 4,000 unit sisanya masih berada di dealer.

Keputusan menarik model ini didasarkan oleh hasil pengujian pemerintah AS yang menunjukkan kebocoran bahan bakar. Kebocoran ini dapat memicu kebakaran. Meskipun bersedia untuk melakukan penarikan dan penundaan penjualan, Toyota sendiri membatah telah menemukan kebocoran yang sama pada saat pengujian di perusahaan tersebut. Hingga saat ini pengusutan masih dilakukan untuk menentukan penyebab dari kebocoran tersebut.

Toyota Telah Alami Beberapa Penarikan Masal
Sebelum kasus terbaru ini, Toyota telah mengalami rangkaian penarikan kembali kendaraan-kendaraannya. Pada tahun 2009 Toyota telah beberapa kali melakukan penarikan produk-produknya untuk berbagai alasan keselamatan. Kondisi ini telah mengakibatkan pertanyaan mengenai produk-produk dari perusahaan yang sebelumnya telah memiliki nama baik di bidang keselamatan ini.

Pada bulan April tahun 2009 lalu Toyota pernah melakukan penarikan terhadap produk Lexus GX 460. Penarikan tersebut dilakukan menyusul pemberitaan di majalah Consumer Reports mengenai permasalahan handling di dalam pengujian. Menangapi permasalahan ini Toyota melakukan penarikan terhadap 10,000 unit kendaraan yang bersangkutan.

Pada bulan Februari lalu Toyota telah melakukan penarikan terhadap model Prius hybrid produksi tahun 2010. Penarikan ini berkaitan dengan permasalahan pada system pengereman kendaraan tersebut. Keputusan penarikan Prius ini menambahkan ke dalam daftar penarikan yang tercatat telah mencapai 8 juta unit untuk berbagai kesalahan produksi.

Permasalahan Toyota Menjadi Ancaman Bagi Kepercayaan Produk-Produk Jepang
Nila setitik rusak susu sebelanga. Permasalahan yang sedang dialami oleh Toyota saat ini dapat mempengaruhi kepercayaan global terhadap barang-barang produksi Jepang. Seperti yang kita maklumi bersama, selama beberapa decade belakangan perusahaan-perusahaan Jepang mulai dari Sony sampai Komatsu telah memasarkan barang-barang produksinya ke seluruh dunia, meyakinkan masyarakan dunia bahwa kualitas premium dan inovasi membuat barang-barang produksi Jepang pantas dibeli dengan harga premium. Akan tetapi kualitas control Toyota yang bermasalah saat ini dapat merusakan image bagi seluruh barang produksi perusahaan Jepang. Masyarakat dunia akhirnya dapat menjadi tidak percaya bahwa produk Jepang jauh lebih baik dari negara-negara lain di dunia.

Perusahaan-perusahaan Jepang tidak dapat meremehkan persaingan yang makin tangguh dari negara sepupu muda mereka, Korea Selatan. Perusahaan-perusahaan Korea Selatan seperti LG Electronics, Samsung, Hyundai dan Kia saat ini berada di atas angin karena nilai tukar won yang terus mengalami penurunan terhadap dolar AS, di mana yen tampak justru mengalami apresiasi. Perusahaan-perusahaan Korea Selatan ini telah dapat menurunkan harga jual mereka sementara mempertahankan margin keuntungan yang pantas. LG telah membukukan rekor penjualan di China, di mana televisi layar datar mereka harganya bisa setengah dari lini Sony Bravia buatan Jepang. Produk-produk Korea selatan mulai menguasai pasar dengan menempatkan posisi sebagai produk yang memiliki brand dan kualitas premium dengan harga terjangkau.

Selain ancaman dari sepupu muda Korea Selatan, patut juga diwaspadai sepak terjadng dari saudara tua China. Selama beberapa tahun belakangan ini agresifitas China tidak dapat disembunyikan. Produk-produk negeri ini menyasar pengguna kalangan bawah yang tidak terlalu membutuhkan kualitas premium, tapi lebih kepada harga yang murah. Produk elektronik China telah menjadi pesaing serius Jepang, terutama di Negara-negara miskin dan berkembang.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: