Perusahaan multi bisnis, Wilmar International pada hari ini (5/7) berhasil membuat kesepakatan bisnis dengan CSR, sebuah perusahaan konglomerasi sekaligus perusahaan produsen gula terbesar kelima di dunia. CSR yang berbasis di Australia telah mendapat keuntungan dari proses kesepakatan penjualan mayoritas saham ke pihak Wilmar International yang berbasis di Singapura.
Wilmar International membeli mayoritas saham CSR senilai 1,47 miliar dollar. Kebijakan bisnis yang dilakukan oleh Wilmar International tersebut cukup mengejutkan mengingat sebelumnya Bright Food Group cukup gencar untuk melobi dan berniat untuk membeli saham dari CSR. Bahkan niat pembelian mayoritas saham telah bergulir sejak bulan
Januari yang lalu. Namun apa daya, Wilmar International justru menawarkan harga pembelian yang lebih tinggi sebesar 6% dibandingkan tawaran yang diajukan oleh Bright Food kepada CSR.
Apa yang dilakukan oleh Wilmar International merupakan strategi bisnis yang baik mengingat dengan membeli mayoritas saham CSR berarti perusahaan mulit bisnis asal Singapura tersebut berusaha menguasa pangsa pasar gula di Asia, dimana pasar gula CSR merupakan negara-negara dengan permintaan gula terbesar di Asia seperti India, China dan Indonesia. Sedangkan pada pihak CSR, kesepakatan bisnis ini juga secara bisnis akan menguntungkan CSR. Jumlah produksi dan cakupan bisnis juga diperkirakan akan semakin meningkat.
Positifnya Prospek Komoditi Gula
Kesepakatan antara Wilmar International dan CSR banyak disambut baik oleh banyak pihak. Kondisi tersebut didasari oleh respon pasar yang melihat bahwa dengan adanya ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Wilmat International akan memberikan celah bagi perusahaan-perusahaan Asia Tenggara untuk melakukan ekspansi bisnis ke sektor komoditi di Australia. Seperti kita ketahui, Australia banyak terdapat perusahaan komoditi seperti perusahaan batubara, gandum dan juga komoditi-komoditi pangan lainnya.
Sedangkan di pasar global harga gula masih tetap memiliki prospek yang baik seiring dengan adanya prediksi akan naiknya permintaan pada tahun ini. Hal tersebut langsung direspon positif oleh pasar dimana saham kedua perusahaan tersebut mengalami kenaikan di awal pekan ini. Saham Wilmar International di bursa saham Singapura mengalami kenaikan sebesar 2,3%, sedangkan saham CSR di bursa saham Singapura mengalami kenaikan sebesar 4%.
Siapakah Wilmar International ?
Dengan adanya kebijakan pembelian mayoritas saham CSR, maka pastinya Anda akan bertanya "Siapakah Wilmar International ?" Wilmar International merupakan salah satu perusahaan konglomerasi bisnis yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini berkecimpung ke dalam sektor agribisnis seperti merchandising, produksi produk-produk konsumsi dan perkebunan kelapa sawit. Cakupan pasar yang dimiliki oleh Wilmar International ialah China, Vietnam dan Indonesia. Prestasi Wilmar International untuk tahun ini ditandai oleh naiknya
profit perusahaan sebesar 401 juta dollar untuk kuartal pertama tahun ini.
Pada jajaran Board of Director perusahaan tersebut terdapat nama Martua Sitorus, pengusaha asal Indonesia yang berumur 50 tahun ini memegang jabatan sebagai Co-Founder sekaligus CEO dari perusahaan tersebut. Tugasnya dalam menangani bisnis di perusahaannya ialah memegang tanggung jawab pada sektor perkebunan kelapa sawit, manufaktur dan pemrosesan biodesel. Dengan cakupan perkebunan kelapa sawit mayoritas di wilayah Indonesia.
Wilmar International membeli mayoritas saham CSR senilai 1,47 miliar dollar. Kebijakan bisnis yang dilakukan oleh Wilmar International tersebut cukup mengejutkan mengingat sebelumnya Bright Food Group cukup gencar untuk melobi dan berniat untuk membeli saham dari CSR. Bahkan niat pembelian mayoritas saham telah bergulir sejak bulan
Apa yang dilakukan oleh Wilmar International merupakan strategi bisnis yang baik mengingat dengan membeli mayoritas saham CSR berarti perusahaan mulit bisnis asal Singapura tersebut berusaha menguasa pangsa pasar gula di Asia, dimana pasar gula CSR merupakan negara-negara dengan permintaan gula terbesar di Asia seperti India, China dan Indonesia. Sedangkan pada pihak CSR, kesepakatan bisnis ini juga secara bisnis akan menguntungkan CSR. Jumlah produksi dan cakupan bisnis juga diperkirakan akan semakin meningkat.
Positifnya Prospek Komoditi Gula
Kesepakatan antara Wilmar International dan CSR banyak disambut baik oleh banyak pihak. Kondisi tersebut didasari oleh respon pasar yang melihat bahwa dengan adanya ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Wilmat International akan memberikan celah bagi perusahaan-perusahaan Asia Tenggara untuk melakukan ekspansi bisnis ke sektor komoditi di Australia. Seperti kita ketahui, Australia banyak terdapat perusahaan komoditi seperti perusahaan batubara, gandum dan juga komoditi-komoditi pangan lainnya.
Sedangkan di pasar global harga gula masih tetap memiliki prospek yang baik seiring dengan adanya prediksi akan naiknya permintaan pada tahun ini. Hal tersebut langsung direspon positif oleh pasar dimana saham kedua perusahaan tersebut mengalami kenaikan di awal pekan ini. Saham Wilmar International di bursa saham Singapura mengalami kenaikan sebesar 2,3%, sedangkan saham CSR di bursa saham Singapura mengalami kenaikan sebesar 4%.
Siapakah Wilmar International ?
Dengan adanya kebijakan pembelian mayoritas saham CSR, maka pastinya Anda akan bertanya "Siapakah Wilmar International ?" Wilmar International merupakan salah satu perusahaan konglomerasi bisnis yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini berkecimpung ke dalam sektor agribisnis seperti merchandising, produksi produk-produk konsumsi dan perkebunan kelapa sawit. Cakupan pasar yang dimiliki oleh Wilmar International ialah China, Vietnam dan Indonesia. Prestasi Wilmar International untuk tahun ini ditandai oleh naiknya
Pada jajaran Board of Director perusahaan tersebut terdapat nama Martua Sitorus, pengusaha asal Indonesia yang berumur 50 tahun ini memegang jabatan sebagai Co-Founder sekaligus CEO dari perusahaan tersebut. Tugasnya dalam menangani bisnis di perusahaannya ialah memegang tanggung jawab pada sektor perkebunan kelapa sawit, manufaktur dan pemrosesan biodesel. Dengan cakupan perkebunan kelapa sawit mayoritas di wilayah Indonesia.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar