Sektor property di China dinilai sedang berada di ambang masalah serius (06/07). Menurut Professor Harvard Kenneth Rogoff yang juga mantan chief economist IMF, sektor property di China mulai mengalami kolaps dan akan memberikan imbas kepada sistem perbankan di negara tersebut.
Menurut Rogoff melihat cepatnya pertumbuhan ekonomi di China maka pecahnya gelembung ekonomi diramalkan akan segera terjadi. Pecahnya gelembung ini diprediksi akan diawali dari sektor property. Transaksi di sektor property telah mengalami penurunan dan harga property China mengalami stagnasi setelah bank sentral dari pemerintah melakukan langkah-langkah untuk meredam pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Xu Shaosi, menteri pertanahan dan sumber daya menyatakan bahwa diharapkan bahwa harga property akan mulai mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan. Kekhawatiran Rogoff ini ditanggapi serius oleh para investor. Pada perdagangan minggu lalu bursa saham China mengalami penurunan tajam dan membukukan anjlok terbesar dalam lebih dari satu tahun belakangan. Data ekonomi yang berasal dari China telah menjadi fokus seluruh dunia karena China merupakan negara yang saat ini menjadi motor pergerakan pemulihan ekonomi global.
Pemerintah China Sengaja Tahan Pertumbuhan Sektor Property
Akan tetapi sesungguhnya melambatnya sektor property di China merupakan hal yang memang direncanakan oleh pemerintah. Pemerintah China berusaha membatasi spekulasi di sektor property setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama lalu mencapai 11.9% (y/y), yang merupakan pertumbuhan ekonomi terbesar sejak tahun 2007.
Pemerintah China telah meningkatkan suku bunga hipotek minimum dan uang muka untuk pembelian perumahan. Usaha untuk meredam spekulasi di sektor property ini telah mengakibatkan anjloknya penjualan rumah real estate, sementara harga mengalami peningkatan. Nilai penjualan propery di bulan Mei lalu mengalami penurunan sebesar 25% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu harga propery justru mengalami kenaikan tahunan sebesar 12.4%.
Pemerintahan Wen Jiabao sukses menahan laju pertumbuhan ekonomi yang sempat mencapai 11.9% pada kuartal pertama lalu. Meskipun demikian sinyal perlambatan ini telah mengakibatkan para investor di seluruh dinia mengalami kekhasatiran sebab China merupakan motor pemulihan ekonomi global saat ini.
Komentar Rogoff Menemui Tentangan
Meskipun Rogoff sangat positif bahwa perlambatan di sektor property China saat ini merupakan indikasi dari pecahnya gelembung, akan tetapi pandangan ini memperoleh pertentangan dari Stephen Roach yang merupakan chairman dari Morgan Stanley Asia. Menurut Roach booming property di China yang terjadi bulan lalu bukanlah gelembung. Kenyataannya meskipun pasar untuk apartemen mewah mengalami peningkatan hingga mencapai kondisi yang overheat, akan tetapi permintaan terhadap perumahan di kawasan kota justru akan mengalami peningkatan karena terjadi urbanisasi yang cukup besar di negara ini.
Xu Shaosi, menteri pertanahan dan sumber daya menyatakan bahwa diharapkan bahwa harga property akan mulai mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan. Kekhawatiran Rogoff ini ditanggapi serius oleh para investor. Pada perdagangan minggu lalu bursa saham China mengalami penurunan tajam dan membukukan anjlok terbesar dalam lebih dari satu tahun belakangan. Data ekonomi yang berasal dari China telah menjadi fokus seluruh dunia karena China merupakan negara yang saat ini menjadi motor pergerakan pemulihan ekonomi global.
Pemerintah China Sengaja Tahan Pertumbuhan Sektor Property
Akan tetapi sesungguhnya melambatnya sektor property di China merupakan hal yang memang direncanakan oleh pemerintah. Pemerintah China berusaha membatasi spekulasi di sektor property setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama lalu mencapai 11.9% (y/y), yang merupakan pertumbuhan ekonomi terbesar sejak tahun 2007.
Pemerintahan Wen Jiabao sukses menahan laju pertumbuhan ekonomi yang sempat mencapai 11.9% pada kuartal pertama lalu. Meskipun demikian sinyal perlambatan ini telah mengakibatkan para investor di seluruh dinia mengalami kekhasatiran sebab China merupakan motor pemulihan ekonomi global saat ini.
Komentar Rogoff Menemui Tentangan
Meskipun Rogoff sangat positif bahwa perlambatan di sektor property China saat ini merupakan indikasi dari pecahnya gelembung, akan tetapi pandangan ini memperoleh pertentangan dari Stephen Roach yang merupakan chairman dari Morgan Stanley Asia. Menurut Roach booming property di China yang terjadi bulan lalu bukanlah gelembung. Kenyataannya meskipun pasar untuk apartemen mewah mengalami peningkatan hingga mencapai kondisi yang overheat, akan tetapi permintaan terhadap perumahan di kawasan kota justru akan mengalami peningkatan karena terjadi urbanisasi yang cukup besar di negara ini.
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar