| Jumat, 28 Oktober 2011 10:07 WIB |
| (Vibiznews-Property) Pemerintah akan merealisasikan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang. Pelabuhan ini sudah banyak dinanti oleh investor otomotif Jepang untuk segera direalisasikan. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pihaknya akan menambah lagi kawasan industri 2.000 hektar di Karawang khusus untuk sektor otomotif, elektronika. Keberadaan Pelabuhan Cilamaya nantinya akan sangat menopang proses distribusi barang industri-industri tersebut. "Chairman-nya Toyota pernah datang, dia ingin konsentrasi di sana, tapi dia bilang kalau pelabuhannya khusus untuk kepentingan ekspor maupun antar pulau, itu pelabuhannya dibangun sendiri di Karawang jadi Cilamaya, karawang sedang dibuat aksesnya," kata Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/10/2011) Hidayat mengatakan sudah membicarakan masalah tersebut dengan menteri perhubungan. Rencananya akan ada Kerjasama swasta dan pemerintah dalam bentuk build operate transfer (BOT). Pemerintah akan menyediakan fasilitas infrastruktur jalan untuk menopang pelabuhan. "Kalau kita memilih business as usual seperti APBN mungkin baru 10 tahun terwujud tapi kalau kita melakukan terobosan mungkin kira-kira lima tahun paling lama yaitu dengan mengundang BOT swasta," katanya. Jepang berminat membangun bandara dan pelabuhan internasional baru di Indonesia. Proyek tersebut masih membutuhkan studi kelayakan lebih lanjut. Demikian disampaikan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yukio Edano dalam jumpa pers di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (22/9/2011). "Untuk yang baru perlu studi kelayakan untuk buat airport baru dan seaport baru," ujarnya. Pembangunan Pelabuhan Cilamaya masuk dalam proyek infrastruktur Metropolitan Priority Area (MPA) untuk jangka panjang. Rencananya, pembangunan akan dilakukan di sekitar 100 kilometer ke wilayah Timur Jakarta. Proyek MPA merupakan kerjasama antara Jepang dan Indonesia bakal menelan investasi sangat besar. Total investasi untuk proyek tersebut belum bisa dipastikan. Namun, diperkirakan akan mencapai 2-3 triliun yen atau setara dengan Rp 235-350 triliun (1 yen = Rp 117,4). Proyek MPA sebenarnya telah disepakati sejak tahun lalu di Bali. Adapun proyek-proyek yang masuk di dalamnya adalah transportasi, pengembangan bandar udara internasional, pengembangan pelabuhan internasional, pengolahan air bersih, dan pengolahan sampah. |
sumber: vibiznews.com

0 komentar:
Posting Komentar