Kamis, 27 Oktober 2011 18:35 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual) Perjanjian telah dilakukan harin ini oleh para pemimpin Eropa dalam EFSF dan bank rekap, dan pasar bereaksi positif atas berita tersebut. Kredit rally melanjutkan short-covering . Harga obligasi Indon sekitar 0.75 – 1.50 poin lebih tinggi, spread lebih sempit 27 bps. Pasar mengharapkan supply baru dalam kredit segera datang. Indon 21 dalam kisaran harga 105.75/107.125 (T+179 bps). Indo CDS ada dalam kisaran 185/195 (-27 bps).
Yield indikatif beli/jual:
Indon 14o 2.90% / 2.49%
Indon 15 3.26% / 2.97%
Indon 20 3.96% / 3.83%
I*ndon 21 4.03% / 3.94%59+6
/.5474569+
Indon 35 5.28% / 5.17%
Indon 38 5.28% / 5.17%
Perjanjian atas krisis hutang Eropa mendorong harga obligasi rupiah naik 0.25 sampai 0.5 poin sebelum istirahat makan siang. Namun demikian, keuntungan berkurang sejalan dengan pengumuman lelang obligasi untuk Selasa depan. Kali ini, Departemen Keuangan akan mencoba menjual 6 triliun rupiah obligasi, dengan tenor 3 bulan, 1 tahun, 11 tahun, 16 tahun dan 21 tahun. Pada akhir hari, harga kembali kepada penutupan kemarin.
Yield indikatif:
1 tahun SPN31 5.00%
3 tahun FR26 5.30%
5 tahun FR55 5.65%
10 tahun FR53 6.33%
15 tahun FR56 6.91%
20 tahun FR54 7.18%
Lihat Analisis Vibiz Research
sumber: vibiznews.com
28.10.11
Browse » Home »
perekonomian global
» Perjanjian Atasi Krisis Hutang Eropa Mendorong Harga Obligasi Naik
Perjanjian Atasi Krisis Hutang Eropa Mendorong Harga Obligasi Naik
Author: ICT
| Posted at: 10:56 |
Filed Under:
perekonomian global
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar