Selasa, 01 November 2011 09:15 WIB
(Vibiznews-Bonds&Mutual) Pemerintah berencana menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp 134,596 triliun untuk membiayai defisit anggaran dan juga membiayai utang jatuh tempo (refinancing) di 2012.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, secara neto penerbitan surat utang negara (SUN) tahun depan mencapai Rp 134,596 triliun. Jumlah ini naik 6,4% dibandingkan rencana di tahun ini yang sebesar Rp 126,653 triliun.
"Penerbitan utang masih cukup besar karena kita juga mendanai (surat utang) yang jatuh tempo atau refinancing untuk yang jatuh tempo," kata Anny dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (31/10/2011).
Di dalam APBN 2012 defisit diperkirakan mencapai Rp 124,02 triliun, atau 1,5% dari PDB. Anny mengatakan, secara keseluruhan jumlah utang yang akan ditarik untuk membiayai defisit adalah Rp 133,56 triliun atau naik 6,6% dari 2011 yang sebesar Rp 125,32 triliun.
Pada kesempatan itu, Anny mengatakan ada beberapa kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk membiayai APBN. Pertama adalah mengutamakan pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri, mencari sumber pembiayaan yang risikonya rendah.
"Rasio utang terhadao PDB tahun depan diturunkan jadi 24%, lalu mengarahkan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif," imbuh Anny.
Anny mengatakan pemerintah akan berhati-hati dalam menarik utang karena saat ini banyak negara yang tengah kesulitan dengan besarnya defisit anggaran.
Di tempat yang sama, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan jumlah surat utang pemerintah yang diperdagangkan di pasar jumlahnya telah mencapai Rp 700 triliun. Dari jumlah itu 30% dikuasai oleh investor asing.
Tahun depan, menurut Rahmat penerbitan surat utang akan sulit karena kondisi krisis di Eropa. "Ketidakpastian akan terjadi," imbuh Rahmat.
Seperti diketahui, total utang pemerintah Indonesia hingga September 2011 mencapai Rp 1.754,91 triliun. Dalam sebulan jumlah utang itu naik Rp 10,57 triliun dibanding posisi Agustus 2011 yang sebesar Rp 1.744,34 triliun.
Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga September 2011 bertambah Rp 78,06 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang RI juga naik dari 27,15% pada Agustus menjadi 27,3% pada September.
Lihat Analisis Vibiz Research
sumber: vibiznews.com
1.11.11
Browse » Home »
perekonomian global
» Penerbitan Surat Utang Direncanakan Naik 6% di 2012
Penerbitan Surat Utang Direncanakan Naik 6% di 2012
Author: ICT
| Posted at: 13:41 |
Filed Under:
perekonomian global
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar