30.11.09

BI: Inflasi November di Bawah 0,19%

(Vibiznews-Banking) Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada bulan November 2009 akan berada di bawah 0,19%, atau di bawah laju inflasi bulan Oktober 2009.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (30/11/2009).

"Untuk bulan November ini inflasi secara month to month akan berada di bawah 0,19% seperti inflasi di bulan sebelumnya. Saya kira inflasi November secara year on year berkisar di 2,5%-2,6%," tuturnya.

Hartadi mengatakan, untuk keseluruhan tahun 2009 ini, laju inflasi paling tinggi hanya akan sebesar 3,5% akibat tren melemahnya laju inflasi tahun 2009 pasca krisis ekonomi global yang terjadi.

Hartadi mengatakan di bulan November ini tingkat inflasi sudah mulai reda dan tidak akan jauh dari angka nol. Sementara tingkat inflasi ke depan akan dipengaruhi oleh faktor pemulihan ekonomi dunia.

"Recovery ekonomi ada sisi positif dan negatifnya. Di satu sisi recovery ekonomi global dan domestik yang tidak terlalu cepat biasanya akan mengakibatkan tekanan inflasi tidak besar, itu positifnya. Tapi negatifnya adalah tingkat recovery -nya tidak terlalu besar maka akan lambat," paparnya.

Intinya, lanjut Hartadi, di tahun 2010 yang memasuki proses pemulihan ekonomi dunia dan domestik, cara menekan tingkat inflasi adalah bagaimana meningkatkan sisi suplai dari produksi.

"Sehingga bisa mencukupi, dan kenaikan demand yang harus di-improve sehingga tidak mempengaruhi atau mengakibatkan kenaikan harga," tuturnya.

Hartadi mencontohkan, sisi suplai dari produksi misalnya dengan meningkatkan ketersediaan listrik.

"Bagiamana mau ekspansi produksi kalau listrik tidak ditambah Itu makanya inflasi ke depan tidak terlalu tinggi jika suplai sisi produksi ditambah dengan baik sehingga kenaikan permintaan tidak banyak," tambahnya.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: