21.6.10

GDP Jepang Q1 Melonjak; Kabar Baik Kembali Paska Pergantian PM

Pada hari ini (10/6) merupakan saat yang cukup menggembirakan bagi Jepang. Paska dilantiknya PM Naoto Kan kemarin, hari ini dilanjutkan oleh pelantikan anggota kabinet. Kan beserta kabinet terbarunya memang cukup memberikan harapan ditengah adanya kekhawatiran terhadap jajaran kepemerintahan yang baru. Mantan Menteri Keuangan ini disaat pelantikannya kemarin menjanjikan sebuah pemerintah yang bersih dan terfokus kepada permasalahan ekonomi di negaranya.

Hal positif hari ini datang kembali dari munculnya laporan bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal pertama tahun ini mengalami kenaikan yang melebihi prediksi sebelumnya. Tingkat GDP Jepang pada kuartal pertama dilaporkan naik ke posisi. 5% atau lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya di posisi 4,9%. Padahal para ekonom memprediksi bahwa GDP kuartal pertama justru akan mengalami penurunan ke posisi 4,2%.

Naiknya pertumbuhan ekonomi Jepang dipicu berkat adanya kebijakan strategis yang dibuat oleh pemerintah sebelumnya terutama terhadap kebijakan kredit lunak yang menguntungkan perusahaan-perusahaan kecul yang terhantam akibat krisis ekonomi dunia yang terjadi sejak 2 tahun lalu. Alhasil sedikit demi sedikit secara mikro perekonomian Jepang mulai berangsur pulih dan tercatat merupakan salah satu negara di Asia yang cepat memperbaiki diri paska hantaman krisis.



Disisi lain, tingkat ekspor juga menjadi prioritas utama dalam perekonomian Jepang. Pada kuartal pertama tahun ini saja tingkat ekspor menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dengan mengalami kenaikan sebesar 6,9% dan net ekspor menyumbangkan kenaikan sebesar 0,7% pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dari investasi, pada kuartal pertama tahun ini datang kabara yang menggembirakan yaitu dibangunnya pabrik perakitan chip komputer, Elpida Memory, di taiwan dan China. Elpida Memory kini dikenal sebagai produsen chip komputer terbesar di dunia. Berkat kebijakan ekspansi tersebut diperkirakan akan semakin memberikan pemasukan investasi bagi perekonomian Jepang.

Disaat yang bersamaan, JFE Holdings, perusahaan penghasil baja tersebesra di Jepang juga berencana akan menghabiskan dana sebesar 11 miliar dollar guna melakukan ekspansi penjualan ke negara-negara Asia teruama China yang merupakan pangsa pasar terbesar bagi eksportir yang bergerak di sektor industri.

Sedangakn dari sisi pengeluaran konsumen, tingkat konsumsi pada kuartal pertama mengalami kenaikan sebesar 0,4%, atau lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya yang hanya naik sebesar 0,3%. Kenaikan pengeluaran konsumen tersebut juga berbanding lurus dengan inestasi di sektor properti yang mengalami kenaikan sebesar 0,4%.

Kini pasar tinggal berharap apakah dengan kabinet pemerintahan yang baru ini. Apakah bisa melanjutkan tren positif di pertumbuhan ekonomi atau justru sebaliknya. Untuk kesan pertama paska pelantikan kabinet, bursa saham Jepang terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,7%.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: