20.6.10

Naoto Kan Berusaha Ciptakan Imej Baru Pemerintahan yang Bersih dari Korupsi

Perdana Menteri Jepang yang Baru telah terpilih. Naoto Kan yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan dalam kabinet Hatoyama terpilih sebagai PM Jepang yang baru. Pada hari Selasa kemarin Kan telah mengumumkan susunan kabinetnya yang baru. Bagi banyak pihak pemilihan menteri-menteri dalam kabinet ini tidak terlalu berbeda dengan kabinet sebelumnya. Sebelas dari 17 orang menteri tetap pada jabatannya. Akan tetapi di Jepangdetail kecil adalah sesuatu yang penting. Bagi banyak pihak susunan kabinet Naoto Kan saat ini menunjukkan pilihan yang tepat. (09/06)

Setelah pengunduran diri PM Yukio Hatoyama dan Sekjen Partai Demokrasi Jepang (DPJ), Ichiro Ozawa, para pemilih kembali menyatakan keyakinan terhadap pemerintahan partai tersebut. Pada bulan Agustus 2009 lalu DJP memenangkan pemilihan umum terhadap Partai Demokrasi Liberal yang sebelumnya menguasai politik Jepang dalam jangka waktu lama. Pengunduran diri tersebut disambut baik oleh para konstituen karena mereka dinilai gagal memenuhi aspirasi. Terpilihnya Naoto Kan sebagai PM Jepang yang baru telah mengembalikan kepercayaan para konstituen.

Keputusan yang berani diambil oleh Naoto Kan dengan menempatkan dua orang dekat Ichiro Ozawa ke dalam posisi penting di kabinetnya. Yoshito Sengoku didapuk sebagai sekretaris kabinet dan Yukio Edano menggantikan Ichiro Ozawa sebagai Sekjen DPJ.

Yoshito Sengoku dikenal sebagai seorang ekonom kawakan. Ia memiliki pandangan penting mengenai isu yang menjadi fokus perhatian Naoto Kan selama menjabat sebagai menteri keuangan Jepang, yaitu mengenai pembiayaan publik Jepang yang berada dalam kondisi berbahaya. Dalam sebuah wawancara di bulan Maret lalu Sengoku menyatakan kekhawatirannya bahwa Jepang menghadapi kemungkinan mencapai rasio utang terhadap GDP sebesar 200%. Menurutnya kondisi fiskal Yunani telah menimbulkan sebuah titik balik di Jepang. Pemerintah Jepang akan membutuhkan langkah fiskal yang lebih terarah di masa depan. Sengoku juga mengkritik kebiasaan pemerintah jepang untuk menggunakan uang public demi menyelamatkan perusahaan yang mengalami kebangkrutan.

Yukio Edano memiliki pandangan yang sejalan dengan Sengoku mengenai kekhawatiran masalah krisis Yunani, dan hubungannya dengan Jepang.

Sesuai dengan norma politik Jepang Edano yang baru berusia 46 tahun adalah orang muda untuk mengendalikan sebuah partai politik, dan ia mengambilalih kepemimpinan partai yang strategi dan keuangannya dikendalikan sepenuhnya oleh Ichiro Ozawa. Hal ini menjadikan Naoto Kan dipandang lebih berani dengan menempatkan Edano dalam posisi tersebut.

Akan tetapi dalam usaha membangun imej yang muda dan modern bagi partai DPJ, para konstituen tampak cukup puas dengan pengaturan yang ada saat ini. Para pemilih menyambut baik pengunduran diri Hatoyama sebagai PM, dan bahkan menyambut dengan lebih baik pengunduran diri Ozawa sebagai sekjen partai.

Pengunduran diri kedua sosok tua tersebut membantu mengangkat imej partai menjadi partai yang bersih di pemerintahan. Hal ini sangat penting karena pemerintahan Naoto Kan berusaha tampil beda dengan pendahulunya di DPJ maupun partai yang telah lama berkuasa LDP. Hingga saat ini Naoto Kan merupakan seorang politisi yang cukup terkenal bersih. Ia tidak menggunakan politik sebagai jalan mencapai kekayaan. Total aset yang dimiliki oleh Kan dan istrinya tercatat hanya sebesar 22.3 juta yen (240,000 dolar), atau hanya sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah uang yang disetorkan oleh ibu mantan PM Hatoyama ke rekening anaknya setiap bulan. Yuio Edano juga menyatakan di televise nasional bahwa ia tidak akan menerima sumbangan dari perusahaan-perusahaan.

Meskipun demikian Naoto Kan tidak memutuskan seluruhnya jembatan dengan Ichiro Ozawa. ia mempertahankan Shizuka kamei, menteri jasa keuangan yang bukan merupakan anggota DPJ akan tetapi orang dekat Ichiro Ozawa. ia juga mempertahankan beberapa pendukung Ozawa salam pemerintahannya. Langkah ini merupakan usaha untuk mempertahankan dukungan dari pendukung Ozawa untuk mengatasi kemungkinan serangan terhadap pemerintahannya pada pemilihan pimpinan DPJ di bulan September mendatang.

sumber: vibiznews.com
Bookmark and Share

Related Posts by Categories



0 komentar: